Dukung Sumedi pada Kontes SEO astaga.com lifestyle on the net | semoga juara I

BLOG INI TELAH DIPINDAH KE BLOGGERPURWOREJO.COM



Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 November 2008

Gunung Tugel , Satu Wallpaper di Purworejo


Kabupaten Purworejo banyak mempunyai deretan perbukitan , mereka membentang dari timur kearah barat serta kearah selatan menuju gugusan bukit di wilayah propinsi DIY. Beberapa kecamatan yang punya dataran bukit misalnya kecamatan Bener , Kaligesing , Bagelen, Kemiri , Bruno , Pituruh. Bukit - bukit itu menjadi background nan indah bagi kota – kota disekitarnya.

Beberapa warga menyebut bukit itu dengan nama gunung. Seperti gunung tugel di kecamatan kutoarjo, padahal tidak ada satu ciripun dari bukit itu yang mengelompokkan dirinya masuk dalam jajaran gunung di Indonesia.

Bukit gunung tugel juga sedikit beda dari perbukitan lain , karena gunung ini membujur tunggal dari utara ke selatan sepanjang sekitar tiga kilometer dengan ketinggian dataran yang relatif rendah. Sedangkan sisi kiri kanannya adalah lembah vulkanis berupa sawah dan ladang. Jadi bukit ini malah mirip tanggul besar atau benteng kuno dari tanah.

Dinamai gunung tugel karena konon bukit ini dipotong oleh jalan raya , sehingga bukit ini terputus ( bahasa jawa : tugel. red ). Dan nama itu dipakai dari dulu hingga kini.

Gunung tugel menjadi bukit peneduh bagi kota Kutoarjo. Jika pagi hari banyak dijumpai warga melakukan aktivitas jogging atau sekedar cari udara pagi yang segar sambil jalan sehat. Memang kontur nya cocok untuk latihan endurance karena tersedia jalanan menanjak dan turunan ringan.

Bagi guru olahraga kawasan ini dijadikan latihan crosscountry bagi siswa didiknya . Kombinasi antara pemukiman , sawah dan bukit sangat ideal menggambarkan kondisi lintas alam. Jalur yang ditempuh biasanya dari kota ke timur menembus pemukiman desa Bandung Kidul atau depan SMU hingga selis ( lihat artikel sdr. Riwi ) terus menuju jalan dibawah bukit kearah barat , bisa turun dekat pasar atau lebih ke barat lagi turun dekat terminal.

Penggemar pramuka tidak mau ketinggalan memanfaatkan kawasan ini sebagai latihan survival . Sungai , persawahan , padang ilalang adalah secuil halangrintang yang harus ditaklukkan dalam latihan tersebut.

Tak ketinggalan angkatan darat juga menjadikan kawasan ini sebagai latihan keterampilan bertempur apalagi tak jauh dari gunung tugel ada lapangan latihan menembak. Dulu saat masih kecil suara letusan senapan latihan nyaris terdengar tiap sore , entahlah kalau sekarang …..

Bagaimana ..? Anda punya kenangan dengan kawasan ini …? Atau sekedar lihat hijaunya atau segarnya udara pagi , atau ingin menambah koleksi pengetahuan tentang Purworejo …silahkan !!
[ SELENGKAPNYA ]

Senin, 08 September 2008

NAIK SEPOR


KERETA API
Moda angkutan darat yang satu ini banyak peminatnya,termasuk saya.Kalau mau pulang kampung atau balik lagi saya selalu menggunakannya,soalnya murah.Kereta api tiap daerah mempunyai nama-nama sendiri termasuk kereta ke daerah saya namanya Sawunggalih.Kereta Sawunggalih menempuh tujuan Kutoarjo-Jakarta.Berbagai masalah sering terjadi kalau kita naik kereta api yang ekonomi dari pengamen yang sering maksa,pedagang asongan,tukang minta sumbangan,peminta minta dll.Itu semua membuat perjalanan saya jadi enggak nyaman,tetapi semua sudah konsekwensi naik angkutan murah.

[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 05 Agustus 2008

Kawedanan Kutoarjo , Bukti Sejarah dan Kini….


Menurut Wikipedia kabupaten Purworejo terbentuk atas gabungan dua wilayah yaitu wilayah pemerintahan Kutoarjo dan wilayah pemerintahan Bagelen yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda jauh sebelum masa kemerdekaan .

Bukti itu bisa kita lihat saat ini dengan masih berdirinya kantor pemerintahan di Kutoarjo yaitu kawedanan tempat kediaman pak wedono. Bangunan ini tampak terawat dengan taman yang tertata dan pendoponya yang nampak gagah .

Komplek pemerintahan yang terdiri dari , bangunan hunian seperti rumah, kemudian pendopo disambung dengan dua buah kantor dengan satu jalan ditengah .

Bukti lain bahwa bangunan ini sempat menjadi pusat pemerintahan adalah jika kita tilik dari layout yang sangat bercirikan perkantoran jaman dulu . Yaitu kantor pemerintahan menghadap ke alun – alun dengan sebuah masjid di sisi barat alun – alun . Dua contoh kombinasi bangunan yang merupakan konsep keseimbangan hidup yang ingin diciptakan dan saat ini sudah sulit ditemukan terutama pada komplek perkantoran modern.

Kantor camat Kutoarjo sendiri tidak menggunakan fasilitas gedung ini sebagai pusat birokrasi , namun mendirikan bangunan baru disebelah utara sekitar setengah kilometer dari kawedanan .

Beberapa tahun lalu komplek ini pernah menjadi tempat berdirinya museum Tosan Aji sebelum museum dipindahkan ke Purworejo . Pemanfaatan lain adalah di pendopo yang sering digunakan sebagai tempat berlatih sebuah sanggar tari , perpustakaan umum , pementasan wayang kulit , juga aula berbagai kegiatan mulai halal bihalal, pesta perkawinan dan lain sebagainya.

Mungkin jika anda pernah bersekolah di Kutoarjo , tempat ini terasa tidak asing karena anak sekolah sering memanfaatkan pendopo sebagai tempat istirahat saat ada kegiatan dialun – alun ataupun saat pramuka . Dalam radius sekitar dua kilometer dari tempat ini memang bisa kita jumpai puluhan sekolah mulai TK , SD ,SMP , SMA , Politehnik sehingga saat ada kegiatan dialun – alun seperti porseni atau upacara bendera tempat ini bisa dibanjiri oleh pelajar. Seperti di bulan agustus , tempat ini biasanya ramai oleh berbagai kegiatan dalam rangka menyambut peringatan hari proklamasi kemerdekaan.

Kawedanan , alun –alun dan masjid seakan menjadi simbol kota kecil ini. Jika sore tiba tempat ini biasa ramai oleh warga yang bersantai mencari angin dengan bersepeda , jalan kaki atau memakai kendaraan bermotor .

Anda punya waktu luang ...? silahkan singgah sebentar .
[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 29 Juli 2008

Main Ke Kongsi

Waktu kecil, saat itu aku duduk di bangku SD (SD Kontroliran), di Purworejo masih sepi, atau lebih tepatnya tidak seramai sekarang. Sedangkan waktu itu yang punya tv saja masih sangat sedikit; aku biasanya kalau nonton tv di depan otonom (sekarang gedung DPRD, info yg saya tahu). Dan saat itu tentu tv pun masih hitam putih.

Kegemaranku dihari libur (Minggu) adalah jalan-jalan bersama teman, main ke Kongsi. Kongsi waktu itu terletak di depan gedung bioskop Pusaka (Kalau tidak salah sekarang fungsinya sudah menjadi pasar). Pergi ke Kongsi dari rumah selalu jalan kaki. Jadi dari rumah (Pangenrejo) ke Kongsi, lewat Plaosan. Waktu itu jalan di Plaosan sepertinya masih terbuat dari tanah dan batu.

Di Kongsi hal yang membuat aku suka adalah melihat tukang obat, yang dengan berbagai atraksinya untuk menarik orang membeli obatnya. Penjual obat tersebut biasanya menggunakan corong (speaker Toa) supaya banyak orang yang mendengar. Saya tahan berjam-jam berjongkok di depan tukang obat tersebut.

Hal lain yang aku lakukan di Kongsi selain nonton tukang obat adalah baca komik ditempat, dengan cara membayar dulu. Waktu itu di Kongsi ada penyewaan komik namanya Ester. Komik yang aku baca ada silat karya Ganes TH, Teguh Santosa atau Yan Mintaraga. Atau romanya Zaldi, Floren maupun cerita-cerita Andersen. (Sepertinya dengan uang 15 rupiah sudah bisa banyak baca komik)

Biasanya kalau main ke Kongsi aku dari rumah berangkat pagi, pulang-pulang kalau sudah lapar (jam 14.00 wib). Karena kalau bawa uang juga tidak untuk beli makanan, karena bawa uangnya sangat minim (sedikit). Dulu di Kongsi banyak orang jualan Burung merpati. Biasanya sehabis main di Kongsi, aku pulangnya lewat jalan A. Yani, lewat depan toko-toko, sambil lihat-lihat barang yang dijual dari depan tokonya. Namanya anak kecil, hal seperti itu sudah menyenangkan.

kiriman: riwi soto, riwisoto.bc214@gmail.com
ditungu tulisan berikutnya pak.
[ SELENGKAPNYA ]

Senin, 28 Juli 2008

Sekolah Cari Sendiri.

Selesai sekolah SR, orang tua hanya bilang, "wis rono gen ndaftar nang SMP bareng kancane", Ketita itu saya mendaftar di SMP Marhaeni Wingko harjo. Setelah menemui teman yang akan masuk ke SMP tersebut, berbekal surat tanda tamat belajar, saya mendaftar di bagian tatausaha yang kantornya dirumahnya sang guru, dan langsung diterima, tidak melalui tes. Pulang lapor kepada orang tua bahwa saya sudah diterima diSMP tsb diatas, masuk sore. Karena jaraknya hanya sekitar satu KM, saya berangkat jam 11 siang. Pagi sebelum berangkat sekolah, biasa kalau musim sawah ya bantu orang tua disawah, sekitar jam sebilan pulang, makan, istirahat, jam 11 berangkat sekolah.

itu saya jalani selama 3 tahun, setelah selesai di SMP Marhaen, ndaftar lagi dengan teman ke SMEA kutoarjo. Kembali orang tua hanya mengarahkan supaya memilih sekolah yang sesuai. Ketika itu kan nggak tahu sekolah mana yang sesuai. Nyari teman lagi untuk ndaftar bersama. Selesai mendaftar, menunggu pengumuman, ternyata diterima di SMEA Negeri Kutoarjo. Alhamdullillah, semua dijalani sendiri, lapor lagi ke orang tua, bayarannya sekian......... . Kelas satu nglonjo, dari Wingko ke Kutoarjo, memasukki kelas 2 orang tua menyarankan supaya Cost supaya tidak capai. Itu dulu, semua dijalani dengan suka cita, tidak ada keluh kesah, orang tua tinggal terima hasil, dan menyediakan bayaran. Coba sekarang, dari mulai masuk SD, SMP, SMA orang tua harus ikut pusing. Takut tidak diterima disekolah yang dituju, siswa hanya bisa ndaftar disatu tempat, kalau satu gagal, ya sudah cari, sekolah swasta yang biayanya mahal. Memang tidak dapat dibanding2kan, jamannya memang begitu.

[ SELENGKAPNYA ]

Kamis, 24 Juli 2008

Anak Petani.

Sebagai anak petani, sejak kecil sudah dikenalkan dengan kehidupan disawah, kelas empat SR, angon kebo, berangkat jam 4 pagi, pulang jam tujuh baru berangkat sekolah. Sore jam tiga angon lagi pulang, jam setengah enam sore. Malam belajar dengan segala keterbatasan. itulah rutinitas waktu itu. Kelas lima SR, kerbau dijual, pagi jam enam macul kesawah, sekitar jam setengah delapan, kalau anak Ngentak sudah kelihatan berangkat, saya pulang berangkat sekolah. Sore hari jam dua ikut kesawah, pulang jam lima, rutin saya jalan sampai kelas enam. Ketika itu, badan saya dengan paculnya saja berat paculnya, jadi bisa dibayangkan, berapa banyak pekerjaan yang dapat saya selesaikan. mudah ditebak, pasti tidak banyak. Terus apa maunya orang tua ketika itu ?. Apakah sudah saya bisa mainan lumpur dengan puas?. saya yakin tidak, tapi ketika itu saya tidak tahu maksud dan tujuan orang tua. Yang aku tahu, bahwa pekerjaan orang tua, ya pekerjaan saya juga, kalau bapak bekerja, saya juga harus bekerja, tidak main.

Kini baru aku tahu, bahwa maksud Bapak saya dulu adalah bahwa supaya aku punya rasa tanggung jawab. Ketika itu Bapak sedang mendidik saya untuk latihan tanggung jawab. Karena saya sekarang tahu, berapa langkah yang berhasil saya pacul?, paling dua langkah. Selebihnya badan dan pakaian kotor. Setelah beranjak besar, tidak banyak anak-anak petani yang masih mau kesawah, bukan karena orang tua tidak menyuruh, tetapi anaknya sudah banyak yang tidak mau. Terus bagaimana, apakah bertani itu hanya untuk orang tua-tua, yang tenaganya sudah kurang. Bekerja dengan fisik pasti membutuhkan tenaga yang kuat, jadi bagi yang muda supaya lebih tekun bekerja, karena bertani dengan tekun pasti banyak hasilnya. Sekarang sudah ada traktor, pekerjaan makin mudah, banyak tenaga yang terhemat, alangkah baiknya kalau tenaga yang terhemat itu, bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Mudah2an harapan bisa menjadi Kenyataan. Mas Sito
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 23 Juli 2008

Turis mudik

Mudik setiap tahun sudah menjadi rutinitas, para perantau pulang kampung, bertemu dengan orang tua, sanak saudara dan handai tolan, baik yang menetap didesa maupun yang merantau, karena pada saat mudik bisa bertemu semuanya. Di lingkup kecil, ditingkat desa biasanya diadakan acara silaturahmi, yang mempertemukan antara warga yang tinggal didesa dengan yang merantau. Tidak diduga bahwa mudik itu juga diikuti dengan aliran dana ke daerah asal.

Ada hal yang menarik, Pemda Kab. Gunung kidul pernah membuat acara tertentu yang tujuannya untuk menghibur para pemudik, karena disadari kedatangan para pemudik juga mendatangkan pendapatan baru bagi daerah.

Hal ini menurut saya menarik untuk dicermati. Dengan membuat acara, para pemudik tidak perlu mencari hiburan ke daerah lain, dengan begitu, dapat menjadi daya tarik bagi pemudik. kita sering melihat kesenian daerah ditampilkan di TV rasanya senang, beberapa kali yang saya lihat adalah kesenian Jidur dari Karang Duwur, ternyata kalau dikemas dengan baik, juga mempunyai daya tarik. Secara umum kesenian daerah Purworejo belum begitu dikenal diluar Purworejo, bahkan saya sering menemui orang yang belum tahu letak kota Purworejo.

Makanan asli Purworejo sudah banyak dikenal, misalnya Krimpying dan Jenar, atau wajib dari mana????. Beberapa kali saya juga melihat tempat makan yang sudah masuk di TV. Kembali ke soal mudik, saat ini kalau lagi musim lebaran kemacetan mulai terasa di Kutoarjo atau Purworejo, hal ini wajar, karena banyak perantau yang mudik membawa mobil. Pepatah mengatakan setinggi2 kuntul terbang, turunnya kerawa juga. Mas Sito
[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 22 Juli 2008

Warnet Pelosok & Firefox episode II


maaf tulisan ini saya hapus karena ada pihak yang keberatan.


[ SELENGKAPNYA ]

Senin, 21 Juli 2008

Hiburan Warga Purworejo


Bagi warga Purworejo liburan sekolah sering dijadikan sebagai waktu untuk berlibur dan mencari hiburan alternatif misalnya dengan rekreasi ke obyek wisata setempat . Kalau sedikit ingin jauh ada juga yang berlibur ke uar kota apalagi saat ini telah beroperasi kereta kelas “bisnis “ jurusan Kutoarjo – Surakarta lewat Jogja . Saat liburan sekolah kereta ini penuh sesak.

Musim liburan juga dimanfaatkan oleh sebuah even organiser untuk mengais manfaat . Seperti nampak pada gambar yang bertajuk Pesta Rakyat 2008 . Kreativitas yang tepat karena terbukti pesta itu disesaki oleh warga Purworejo .

Jangan anda bayangkan kemeriahan yang tercipta setara dengan PRJ ataupun Sekaten . Tapi untuk ukuran Purworejo pesta itu lebih dari cukup. Selain sebagai wahana hiburan arena ini juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk lokal seperti stand bunga . Aneka bunga cantik dipamerkan yang biasanya dirangkai dengan bisnis jasa pertamanan .

Gemerlap lampu dimalam hari memberi warna bercahaya sehingga mampu menarik pengunjung terutama anak – anak usia sekolah . Tak heran berbagai bentuk mainan berbayar diserbu anak –anak yang berakhir dengan senyum kepuasan . Betapa bahagianya mereka .....

Pesta ini lebih mirip “pasar tiban” karena mengambil lokasi di alun – alun ataupun di tanah terbuka seperti lapangan . Walaupun tidak ada kalender kegiatan secara tetap namun setiap liburan sekolah anda bisa menemukan “ pasar tiban “ tersebut di wilayah kabupaten Purworejo.

Silahkan kunjungi Purworejo saat libur panjang ...belanja sambil wisata ....sambil lihat budaya Purworejo .
[ SELENGKAPNYA ]

Senin, 14 Juli 2008

Landmark di Purworejo Barat Laut


Di Purworejo banyak dijumpai tugu ataupun patung sebagai tengara bahwa anda sedang berada di wilayah Purworejo . Memasuki batas kota sebelah barat anda disambut patung pahlawan revolusi Jenderal Ahmad Yani , di tengah kota tepatnya di Pantok akan anda temui patung komponis lagu Indonesia Raya , WR Soepratman. Berlanjut kearah selatan patung kambing etawa menjulang megah dipertigaan jalan Jogja – Goa Seplawan.

Satu lagi tugu yang mungkin jarang anda temui karena berdiri jauh dari pusat kota namun sebagai lambang bahkan landmark daerah dimana tugu tersebut berdiri. Seperti gambar diatas adalah tugu pralambang kecamatan Pituruh.

Jika anda dari Klepu kearah utara , setelah desa Wironatan tugu seperti diatas bisa ditemui ditepi jalan , ini menandakan bahwa anda bersiap memasuki wilayah kecamatan Pituruh . Selanjutnya di tengah alun – alun satu tugu berdiri dengan gagah entah dari tahun berapa .

Tugu terbentuk dari initial angka 7 , huruf R dan seperti angka 1 dibelakang terpisah serta logo kabupaten Purworejo di bagian depan. Mirip initial CR7 punya Cristiano Ronaldo ya.. , namun saya yakin initial kecamatan Pituruh jauh lebih dulu ada sebelum CR7 .

Bagi anda yang mengetahui secara persis makna dan arti dari initial diatas silahkan dijelaskan kepada kami .

Bagi yang punya waktu silahkan jalan – jalan ke barat laut Purworejo , di sebuah kecamatan yang terdiri dari desa di dataran rendah dan sebagian desanya berada diperbukitan. Pesona hijaunya hemm...

[ SELENGKAPNYA ]

Kamis, 10 Juli 2008

Pengalaman Masa Kecil, Membuat wayang dari Kardus

Pada th 60-an, saya duduk di bangku SR, salah satu kesukaanku membuat wayang dengan bahan kardus. Waktu itu di Wingko sangat sulit mencari Kardus. Setelah berembug dengan teman, diputuskan bahwa hari Kamis akan membeli kardus di Purwodadi. Nggak tahu bagaimana, dua temanku sudah berangkat duluan, saya ditinggal. Setelah tahu kalau temanku sudah berangkat, maka saya nekat berangkat, dengan jalan kaki, dari rumah saya kira-kira 10 KM, setelah sampai ngankruk, kecapaian mulai terasa, padahal perjalanan masih jauh.

Tidak berapa lama ada dokar lewat menuju Jenar, maka saya memberanikan diri untuk numpang, saya berterus terang karena uangnya pas untuk beli kardus. Kusir dokar, pesan nanti kalau sampai di Jenar minta diambilkan air untuk minum kuda, ketika itu saya iyakan saja. Setelah sampai, dan kusir dokar lagi ngobrol, saya menyelinap terus pergi menuju Purwodadi, sambil deg-degan langkahku makin ku percepat, takut kalau-kalau kusir dokar mengejar saya.

Di tengah perjalanan, ketemu dengan 2 temanku yang sudah membawa kardus, dengan segala iba saya minta temanku menemaniku "mbalik" lagi. Alhasil saya kehabisan kardus maka saya pulang bertiga jalan kaki. Itulah waktu, untuk suatu cita-cita betapapun beratnya saya jalani juga. Kalau dikenang masih terasa indah. Saya tidak tahu kalau anak sekarang ada yang mau jalan sampai 10 km hanya untuk membeli bahan mainan, sudah itu kehabisan pula.

Kiriman Pak sito
nyuwun pangapunten Pak Sito, nembe saged kepublish, keslesep. sak niki Pak Sito pun dados member.
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 21 Mei 2008

Sentra Durian di Purworejo

( sebuah catatan ringan )

Saat musim buah durian tiba , kawasan kabupaten Purworejo bisa dipenuhi oleh buah yang berbau harum dan sangat menggoda . Dipusat kota penjualan banyak ditemukan di pasar terminal lama Purworejo . Sedangkan untuk lebih dekat kepada konsumen banyak dijajakan di sepanjangan jalan luar kota baik menuju Jogja , Kutoarjo maupun Magelang . Durian dijajakan dipingir jalan cukup menggelitik selera pengguna jalan untuk singgah menikmati buah sambil menikmati paduan hijau lahan dan silir angin persawahan .

Jika kita tanyaka kepada penjual tentang asal durian yang mereka jajakan , kebanyakan dari mereka akan menjawab durian asal kecamatan Kaligesing . Memang kawasan kecamatan Kaligesing dikenal dari dulu sebagai produsen durian yang terkenal untuk daerah Purworejo . Bahkan saat ini di daerah tersebut durian dikembangkan dengan metode yang lebih modern dan skala yang lebih besar .

Daerah lain yang pernah aku kunjungi sebagai penghasil durian ( walaupun jumlahnya tidak banyak ) ada didaerah Grabag . Pohon ini tumbuh alami dipekarangan rumah penduduk . Saya pernah menikmati durian Sangubanyu saat diundang berkunjung oleh rekan saya . Rumah dengan pekarangan luas ditumbuhi beberapa pohon durian yang masih produktif dan menghasilkan buah yang lezat .

Untuk jumlah yang sedikit lebih banyak , bisa dijumpai mulai dari desa Duduwetan terus kearah barat sampai desa Nambangan . Biasanya pedagang mengumpulkan durian dirumah mereka sebelum dijual kepasar . Saat berkesempatan mengunjungi ke rumah pedagang , kulihat banyak durian dari segala ukuran siap dipasarkan hingga ke Kutoarjo. Menurut penuturan mereka , buah itu dikumpulkan dari rumah – rumah sekitar namun karena malam hari saya kurang bisa melihat seberapa banyak populasi pohon durian disekitar situ. Untuk rasa dan aroma terasa durian banget gitu loh …mungkin karena tumbuh alami . Dengan harga yang masih miring kalau hanya sekedar kenyang durian bisa anda dapatkan ditempat ini waktu musimnya .

Saya yakin pohon ini juga tumbuh dan berbuah didaerah lain dari yang saya sebutkan diatas.

Jika ingin mencoba silahkan ..mudah – mudahan pohonnya masih tumbuh dan berbuah , serta turut serta menghijaukan Purworejo .

[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 01 April 2008

KULO NUWUN...

salam kenal sedoyo mawon. kawulo, abdul alumni MAN 1 (BUKAN S-M-A-N-1 Porjo yang sekolah unggulan itu loh...) , lha nembe mawon daftar anggota blog komunitas purworejo ini, walau sak donge kawulo dereng nate cari info mengenai sifat, maksud dan tujuan serta kepemilikan blog ini, tapi didorong oleh keinginan/panggilan "etnis" maka kawulo, langsung saja antusias melihat salah satu blog "PURWOREJO punya" ini.

karena terus terang sudah sejak lama kawulo cari-cari info mengenai komunitas dunia maya "wong porjo", dan baru kali ini kawulo angsal info lan sempatkan diri untuk ikutan nulis sak anane, (mugi2 penjenengan sedoyo saget mengakomodir keinginan kawulo ini).

harapan kawulo mugi2 blog meniko bisa dijadikan salah satu alternatif mengakses informasi aktual tentang kahanan PORJO dan sekitarnya, saget menjembatani lan ngangkat harkat martabat wong porjo pada umumnya.
matur nuwun kagem mas/mbak pemilik blog PORJO meniko.

abdul-jakarta
[ SELENGKAPNYA ]

Senin, 31 Maret 2008

Hijaumu Balut Luka Rinduku (4)


foto kolam renang arta tirta purworejo

Kami segera melesat kearah timur menuju kota Purworejo. Sedikit melirik dinamika pembangunan dalam kota , seperti RSUD yang mengalami renovasi . Kini megah dan anggun dengan nama baru RS Saras Husada. Mudah – mudahan pelayanannya juga tambah anggun untuk menyehatkan masyarakat, ucapku pelan pada sendiri .

Membelah jantung kota , terus menuju jalan arah Magelang . Sesaat setelah lampu merah belok kanan , itulah kolam renang “ Artha Tirta “ kebanggaan warga.

Tempat ini sudah tidak asing , bukan barang baru bagi warga , bahkan sudah ada sejak aku masih kecil. Namun sengaja aku datang ke tempat ini untuk sekedar menghentikan tangis bathinku. Belasan tahun lalu aku begitu akrab dengan air , pepohonan , kantin , sanitasi tempat ini saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler renang.

Jajaran pohon menghijau sepanjang bukit membuat wallpaper abadi nan teduh . Bening air dikolam kecil berbuih penuh oleh anak –anak . Mataku tertuju hingga pinggiran kolam yang diramaikan oleh sampah bekas makanan ringan dari pengunjung . Juga alas – alas kaki yang nyaris bisa mencicipi sejuknya air kolam . Sungguh komposisi warna yang sumbang .

Nafasku semakin berat tatkala melintas serombongan keluarga dengan bekal makanan dan minuman ceria mencari tempat untuk menggelar tikar dan melepas segala kepenatan . Nampaknya warga Purworejo-ku tercinta rindu tempat rekreasi dalam kota. Ah....andai tempat ini sedikit disentuh dan didandani menjadi taman bermain dan berolahraga tentu keluarga itu , kami , warga lain akan sangat bahagia . Pengunjungpun harus tertib serta peduli soal sampah , hygienitas air kolam , dan kebersihan fasilitas lain .

Waktu terus beranjak , kugandeng buah hatiku melangkah . Suara hijau-mu walau kini sedikit parau , namun indah diangan kala kau tak dekat dalam rentangan tangan ......

[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 18 Maret 2008

Warnet pelosok & Firefox

Karena ada pihak yang keberatan maka postingan ini saya hapus.. [ SELENGKAPNYA ]

Minggu, 02 Maret 2008

Hijaumu Balut Luka Rinduku (3)

foto sawah di purworejo
Perjalanan berikutnya dari Kutoarjo menelusuri jalur selatan pulau jawa ke arah barat. Setelah Pasar Kecamatan Butuh ditemui jalan disebelah kiri. Jalan aspal itu menghubungkan jalur utama dan desa – desa dibagian selatan . Aspal hitam dan mulus membelah pemukiman warga dan areal persawahan silih berganti . Sebuah kemajuan pembangunan infrastrukstur di Purworejo yang cukup signifikan dibanding sepuluh tahun lalu . Hingga langkah ku terhenti disebuah areal persawahan sebelum memasuki desa Kedung Sri kecamatan Butuh.

Waktu sudah agak sore , sinar matahari mulai meredup . Nampak beberapa warga masih asyik berkutat dengan alat pertaniannya. Air sawah cukup melimpah padahal hujan tidak banyak turun pada bulan – bulan tersebut , menandakan areal ini dialiri sistem irigasi cukup bagus .

Sesaat kuamati paduan genangan air dengan rumput dan gulma yang menghadirkan hamparan unik penuh harapan dan dibatasi oleh rimbunan kelapa dipinggiran pemukiman. Tiupan angin membuat gelombang kecil – kecil diatas air sawah melengkapi siklus kehidupan daerah pedesaan.

Matahari terus bergerak turun ….warga pun mulai meniggalkan aktivitasnya . Kulangkahkan kakiku tuk kembali suatu saat ....., kini aku jauh.....................

Artikel berikutnya kita bergerak kearah timur menuju kota Purworejo....sampai jumpa....
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 06 Februari 2008

Hijaumu Balut Luka Rinduku (2)



Perjalanan berlanjut kearah utara . Jalan ini adalah jalan utama Kutoarjo – Bruno , namun melaui jalur ini anda juga bisa menuju ke Kemiri atau Purworejo lewat jalur utara . Setelah kurang lebih perjalanan 1,5 km akan dijumpai sebuah jembatan kecil dan jalan simpang disebelah kiri. Pada hari – hari pasaran jembatan ini ramai oleh para pedagang memborong hasil ternak dan hasil pertanian warga sekitar. Sepuluh menit jalan kaki telusuri jalan desa yang beraspal tersebut membawaku memasuki Desa Tepuskulon. Untuk mencapai areal persawahan kita harus menerobos pemukiman warga. Maka akan nampak …………

Sebuah permadani hijau, sekilas membawa angan akan keagungan Sang Pencipta . Sejenak ku terdiam. Embun pagi asyik bermanja diujung daun – daun padi memantulkan spektrum pelangi . Samar terdengar jengkerik dan katak melanjutkan lagu malanmya , disambut ceria “prenjak “ disela pohon ubi dan kacang , sungguh kolaborasi tak beraturan namun membentuk musik bercita rasa tinggi. Jika cuaca cerah dikejauhan akan nampak jelas Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing menjulang mencakar langit.

Ku ayun kaki telusuri pematang dengan rumput masih basah oleh embun . Nyess ....... sejuk , segar ........ Ku coba sapa selamat pagi pada beberapa warga yang sedang menggarap sawah dan ladang . Masyarakat wilayah ini biasa membuat ladang ditengah sawahnya.

Tanpa penyuluhan tentang global warming pun , warga sudah menghijaukan lahan mereka . Bukti langkah nyata dalam rangka memerangi emisi.

Siang mulai beranjak , terik mulai menyengat , lara bathin terobati . Namun kini sedang kukenang.Sampai jumpa di salah satu daerah di kecamatan Butuh.......
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 09 Januari 2008

Hijaumu Balut Luka Rinduku (1)



Aku lahir dan besar di kabupaten Purworejo , sebuah nama yang saat ini begitu indah dan kurindukan . Lima belas tahun lebih kawasan penuh panorama didaerah Kedu bagian selatan tersebut aku tinggalkan . Walau banyak wilayah Indonesia pernah kudatangi , namun anganku selalu menekan dan mendesak rasa dalam dada tuk kembali , hingga kutemui namamu dalam sebuah forum blogger .

Aku bersyukur pada Yang Maha Kuasa , karena setidaknya sekali dalam setahun berkesempatan menengokmu. Areal sawah pertanian satu tempat yang tidak pernah kulewatkan bersama teman hidupku …………………….

Perjalanan menuju ke salah satu daerah di Kutoarjo bagian utara. Dari Purworejo menuju Kutoarjo , kita belok kanan setelah melewati jembatan kali Jali. Jalan lurus keluar kota , mendaki sebuah bukit ( masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Tugel ). Perlu hati – hati ketika menuruni bukit karena jalan berkelok – kelok dan sempit serta lalu lintas ramai . Saat pagi dan sore , pada hari – hari sekolah jalanan ini dipenuhi oleh anak sekolah yang mengendarai sepeda pada hampir semua badan jalan.

Selesai turunan akan didapati hamparan lembah seperti gambar diatas . Areal persawahan desa Sukoharjo yang menghijau sepanjang tahun . Tanaman padi di musim hujan dan tanaman palawija di musim kemarau bagai zamrud dalam untaian katulistiwa . Pohon asem jawa disepanjang jalan aspal ( sebagai urat nadi perekonomian wilayah ini ) turut memanjakan kesejukan pandang. Disisi timur jalan , membentang bukit Gunung Tugel dimana mentari keluar dibaliknya setiap pagi siap menyapa warga . Di kaki bukit mengalir saluran irigasi modern dari Waduk Wadaslintang yang dihuni oleh biota air sebagai penyedia protein hewani berupa ikan , udang , kepiting bagi daerah yang dilaluinya. Kala senja daerah ini menawarkan kedamaian dengan semilir angin , rona jingga temaram sang surya , lalu lalang warga kembali dari aktivitasnya . Luka rinduku terobati saat itu , namun akan membawa lara kala jauh seperti saat ini .

Artikel berikutnya mengenai catatan perjalanan disebuah kawasan tak jauh dari artikel diatas ( Insya Alloh ) …..sampai ketemu lagi….
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 31 Oktober 2007

Lebaran Di Purworejo

Habis libur panjang, santai, kembali ke rutinitas. Ada yang mulai sekolah, mulai bekerja, mulai ke swah, atau menikmati kemacetanm kota besar seperti jakarta. bagimana dengan purworejo, apakah sudah mulai ikutan penyakit kota: macet?

Tapi apapun itu, semoga semua sehat wal afiat, dapat meneruskan kegiatan seperti sediakala, dan tentu terus meningkatkan kinerja dan karya.

aku mau cerita ya, pulang kampung sepuluh hari, ke tempat istri dulu di boyolali, sholat ied, halal bihalal, dan hari ke tiga ke purworejo. Perjalanan panjang. Jakarta ke boyolali 18 jam, macet. Boyolali rumah 8 jam. Lelah juga.

Ikut tradisi, yang baik, silaturrahmi ke tetangga da kerabat. Setahun sekali, absen. Dengan segala basa-basinya, waktu seperti berlalu. Seminggu rasanya kurang. Tapi bagaimanapun, harus kembali ke rutinitas.

lebaran saya ke pantai. gambarnya menyusul. Pantai ketawang, pantai genjik/ siledok (grabag), dan pantai keburuhan (kec ngombol). absen lagi. Ceritanya, di daerah saya, grabag bagian selatan, kalau lebaran tidak ke pantai rasanya tidak lengkap. Walaupaupun mengunjungi pantai panas, jalan berdebu, dan banyak sampahnya ya tidak apa-apa, melihat banyak orang. ada suasana baru.

PANTAI KETAWANG

tempat mancing di purworejo
Pantai Ketawang, selalu ramai saat lebaran.

PANTAI GENJIK/ SILEDOK. Tepatnya di muara sungai rowo, Desa Ukirsari kec. Grabag, Purworejo, perbatasan kabupaten purworejo dan kabupaten kebumen. Ada tempat asyik buat mancing. Bagi yang hoby mancing, ada tempat mancing di purworejo. Tempatnya di muara sungai, ada tumpukan batu untuk jeti (bangunan pengarah arus air di muara). bangunan jeti menjorok ke pantai sekitar 50meter, jadi bagi pemancing bisa ke tempat yang agak dalam. foto menyusul ya.

tempat mancing di purworejo


tempat mancing di purworejo juga

Lewat jalan daendels, yang sekarang sudah ramai oleh para pengemudi jarak jauh. Rasanya sulit untuk menyeberang. Kendaraan di pacu cepat-cepat. Sepertinya berbahaya, trek lurus ada sekitar 7 km. Apalagi nanti rencananya akan dibuat 2 jalur empat lajur, lurus 10 km, apa tidak pada ngebut?

Pulang ke jakarta, sudah kehabisan tiket, tidak ada tempat duduk, akhirnya naik kereta pembangkit. Yah, inilah kereta api indonesia, bayarnya masih mahal, 110 ribu, tapi tiduran di kereta pembangkit, sama dengan beberapa penumpang yang bayar di atas.

ah....
tapi alhamdulillah, sudah sampai jakarta, selamat, dan masuk kerja lagi.
[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 30 Oktober 2007

Hanya berbagi cerita: Lebaran

Tepatnya 12 Oktober 2007 kaki saya menginjakan tanah kelahiranku di Purworejo, Dalam pikiran saya ternyata sudah kiran 1 tahun saya sudah meninggalkan Kota Purworejo. Rasa suka cita kurasakan disamping sudah menyelesaikan bulan Puasa dan akhirnya bertemu keluarga. Dari keluarga yang dekat sampai yang jauh hingga aku sendiri juga tidak tahu jika itu ternyata masih saudara sama saya.

Tak kulapakan karena hanya mendapatkan jatah libur 1 minggu kukelilingi Purworejo dari Barat Timur dampai Selatan.

Didaerah selatan Purworejo ada dua Pantai yang amat saya banggakan yaitu Ketawang dan Keburuhan, Saya tertambat di Pantai Keburuhan yang sangat bagus karena mempunyai jalan sampai pingir pantai, So mobil bisa sampai bibir pantai tak perlu repot berjalan di Pasir yang panas.

Ada pula nelayan yang tak lagi melaut, maybe ikan sepi or ombak lagi besar, saya tidak sempat bertanya tetapi ada banyak perahu kecil di parkir dipinggir pantai.

Waktu itu jam menunjukkan pukul 17.30, sangat indah di cuaca yang cerah dan matahari yang memerah.

Itu saja dulu bagi2 cerita lebaran di Purworejo.
Bagi yang kenal aku, saya ini Alumni PMB Kutorjo thn. 2000 IPS 4 , jika ada email aku dong ( kiran_andrian@yahoo.com )

Tak lupa ku ucapkan, maturnuwun.

Kiran
[ SELENGKAPNYA ]

 

greeny::template design by: paradesain:: avaliable to download at:template.azimat.net
copyleft:blogger purworejo community 2008 - 2010 || supported by: free magazine subscription || contact us by email:satvica77@yahoo.com