Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Purworejo sepanjang Jumat (21/11) malam hingga Sabtu (22/11) pagi mengakibatkan dua sungai, yaitu Sungai Bogowonto dan Sungai Dulang meluap. Luapan air mengakibatkan sedikitnya delapan desa terkena banjir.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Pasalnya, puluhan hektare sawah terendam. Sebagian sudah ditanami benih padi umur satu minggu. Sebagian yang lain terdapat padi dan jagung yang hanya tinggal beberapa hari lagi dipanen.
Luapan air dari Sungai Dulang menggenangi tujuh desa di Kecamatan Bayan. Yaitu Batoh, Dewi, Tanjungrejo, Besole, Bayan, Pogongkalangan, dan Krandegan. Dua dusun di Desa Bayan, yaitu Dusun Sabrang dan Gorekan bahkan sempat terisolir beberapa jam karena akses utama jalan menuju dua dusun tersebut sempat terendam air hingga 1 meter.
Sedikitnya
Sutras (43), salah satu warga Dusun Sabrang RT 03/RW 02, Desa Bayan mengungkapkan, air mulai masuk ke perkampungan warga sekitar pukul 03.30. "Awalnya hanya setinggi mata kaki, tapi lama-lama sampai lutut," katanya.
Dia mengatakan, warga tidak kaget kedatangan banjir. Sebab dua dusun itu memang sudah menjadi langganan banjir setiap Sungai Dulang meluap. "Semalam
Lahan persawahan di kedua dusun tersebut seperti lautan.
Anak-anak di kedua dusun itu tidak berangkat sekolah karena terjebak tidak bisa keluar kampung. Akhirnya mereka memilih bermain air di sekitar pekarangan rumah. Luapan air juga membanjiri sejumlah desa yang berada di sebelah selatan jalan raya Purworejo-Kutoarjo. Antara lain Desa Batoh, Besole, Tanjungrejo, Dewi, Pogongkalangan, dan Krandegan.
Akses jalan masuk ke Desa Besole, Dewi, dan Batoh juga sempat terputus karena terendam air. Untuk masuk ke tiga desa itu harus memutar melalui desa-desa di sekelilingnya yang tidak terkena air.
Aktifitas warga juga sempat terganggu karena banjir di desa-desa tersebut bersamaan dengan dimulainya kegiatan, baik ke sawah, kantor, maupun ke sekolah. Hektaran sawah terendam air, sebagian terdapat tanaman padi dan jagung siap panen dan sebagian lagi baru saja ditanami benih padi. "Di Desa Krandegan ada sejumlah padi yang sudah mau dipanen hari ini. Demikian juga di Desa Pogongkalangan," ungkap Kasi Trantibmas Kecamatan Bayan, Moehardjono.
Slamet Riyadi (25) dan Bagus Saputro (19), warga Batohrejo mengatakan, biasanya air mulai surut dua jam setelah banjir. "Tapi kali ini kok cukup lama. Mungkin hujan di hulu sungai sangat deras semalam," ujarnya saat ditemui pukul 11.00.
Ekowati (33), warga Batohdaleman mengatakan, biasanya anaknya berangkat sekolah sendiri. Tapi karena ada banjir, dia khawatir sehingga mengantarkannya ke sekolah dan menungguinya sampai pulang. "Jalan yang dilalui tergenang air," katanya.
Sementara untuk luapan Sungai Bogowonto mengakibatkan belasan rumah penduduk yang ada di Desa Bugel, Kecamatan Bagelen juga terendam air. Rumah-rumah yang terendam itu berada di RT 03/RW 03 yang berada tepat di bantaran Sungai Bogowonto.
Saat pertama kali banjir datang, ketinggian air di jalanan lebih dari satu meter. Hektaran lahan persawahan yang baru saja ditanami bibit padi juga tak luput dari rendaman air. Poniman (70) warga sekitar mengatakan, wilayah Desa Bugel yang berada di bantaran Sungai Bogowonto memang menjadi langganan banjir. "Tapi tidak lama, maksimal tiga jam air sudah surut," katanya.
Sumber suaramerdeka.com
Dukung Sumedi pada Kontes SEO astaga.com lifestyle on the net | semoga juara I
Senin, 24 November 2008
Dua Sungai Meluap, Purworejo Kebanjiran
Diposting oleh
suparno jumar
di
09.04
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
BLOGGER PURWOREJO
- -- Sumedi : Personal Blog --
- A'a Gigih Blog
- Agung Pranoto
- Agus Grabag
- Ajissi BS
- Alamovic Blog
- Alfiatun Jenar Lor
- Anak Putune KH. Artonawi Rasukan
- Aris Priyantoro : Pituruh
- Budhi Setyawan
- Dani Usadi
- dr. Indro Saswanto, Sp. THT
- Eddy Prasetyo
- Eko Ari on Wordpress
- Fajar Iskandar
- Gudang Lo-Ker
- Indra Cah Ngombol
- Iwan Sugihartono
- kakang's Mubarak Online
- kenapa Tanya
- Kholik on BlogDetik
- Kuznia Nazer
- Mas Lilik: Moslem-Corner
- Mas Paijan
- Mas Togog
- Mas Tri (Cah Nakal)
- Mbah Suro
- meenote
- meika : Just Call me Ika
- RAF : Start with Nothing
- Sadat: Menuju Jalan Yang Terang
- Setiyo Bardono : Sastrawan
- Wahyu Handoko
- Wayah Bagelen
- Wiwin Blog : goresan pena maya
- Yudi Blog
Blog Komunitas
- Alumni STAN
- Alumni Teknik Mesin USU
- Bawana SMK 1Pwr
- Blogger PWR on Wordpress
- Forum Giritontro
- Forum Purworejokita
- Friendster SMANDA KTA
- GAMAPURI - IPB
- Gema Pembebasan Unand
- Lafadl Pustaka Yogya
- Nasionalisme Institute
- PB PMII
- PBHR SULSEL
- PMII UGM
- Relawan Desa: Mbangun Desa
- SMP 3 Purworejo (SMP 1 KTA) Blog
- Urban Poor Lingkage: UPlink.or.id
- WebLog SMA Pundong Bantul
Milist Purworejo
- obatstresspwr@yahoogroups.com, alumni SMA I angkatan 94
- thorjo@yahoogroups.com, milis piyantun thorjo
waduh nderek tanglet kreteg secang kontal mboten sing isih anyir
BalasHapuskadose kretege "roboh" roto karo lemah meniko wau kulo lewat mriku saking sangubanyu arah wingko.Mbok bilih lewat mriku amrih ngatos otos, la wong jaweh kok ngedorr mboten leren2.
BalasHapuswaduh jembatan secang roboh maneh
BalasHapushehehe..
BalasHapusbanjir diman-mana
BalasHapuswarga harus selalu waspada dan berhati-hati.
BalasHapuskutil di sekitar penis
BalasHapuswaaah iitu harus menjadi sebuah pembelajaran buat kita . sebaiknya kita harus lebih sayang kepada lingkungan kita .
BalasHapus