Di negeri kita banyak di jumpai bedhug dan kentongan. Utamanya dimasjid-masjid. Ini hasil kreasi dari para ulama jaman dulu. Entah mulai kapan bedug dan kentongan dikenal dinegeri ini. Di Bali kenthongan dikenal dengan nama kukul. Dinegeri china bedhug bisa dijumpai di kota Xian kota dimana terdapat Terracota army yg terkenal itu.
Kenthongan dibuat dari kayu yang di dalamnya dilubangi dan diberi jendela memanjang, lebih mudah kalau dibuat dari seruas bambu, dimana tinggal menambah jendela saja. Didesadesa kenthongan digunakan untuk bunyi-bunyian sewaktu ronda dimalam hari ataupun untuk tanda bahaya.
Jaman "doeloe" ada kode-kode tersendiri dari bunyi kenthongan yang disebut "titir". Kenthong satu-satu berulang-ulang dengan rytme agak jarang berarti ada orang gantung diri, dua dua berarti ada maling, tiga-tiga ada kebakaran, sembilan kali berarti ada warga yang meninggal. Kalau dibunyikan satu-satu dengan cepat dan disahut oleh semua pemilik kenthongan disebut "gobyog" yang diartikan katanya ada pasukan Nyi Loro Kidul yang sedang lewat ???
Bedhug.... bedhug dibuat dari silinder kayu yang ditutup dengan kulit pada ujung-ujungnya. Contohnya bedhug di kota kita, Purworejo Jawa tengah, yang terbuat dari satu gelondong kayu jati utuh, tanpa sambungan, adalah bedhug terbesar di dunia. Diameternya melebihi depa orang-orang melayu. Sampai sekarang bedhug tersebut masih terawat baik.
Beberapa waktu yang lalu di negeri kita marak diadakan festival bedhug yang melibatkan para seniman. Bedhug berjajar-jajar dan ditabuh dengan rytme yang rancak mengasyikkkan.
Kenthongan juga digunakan sebagai alat pemanggil warga. Sampai sekarang didesa-desa kalau rapat warga akan dimulai maka kenthongan di bunyikan untuk memanggil para pesertanya. Ada juga yang memanfaatkan kenthongan sebagai tanda pada balapan burung merpati dimana kalau si burung sudah medarat maka dibunyikan kenthongan tadi. Bahkan dimasa lalu bunyi kenthongan didaerah tertentu digunakan untuk mengingatkan para acceptor meminum pil KB... hebat kan?
Di masjid-masjid suara kenthongan dan bedhug digunakan sebagai tanda waktu masuk sholat. Biasanya keduanya dibunyikan bergantian. Kenthongannya dibunyikan dulu...... thong tong tong 21x ....... artinya mesjid masih kothooooong...tong.....tong............ kemudian gantian Bedhugnya nyahut.... dheng deng deng deng 21x .........artinya mesjid masih sedheeeeeeeeeeeng dheng dheng...... masih cukup untuk menampung jamaah.
Anehnya udah thong-dheng2 masjid2 itu jamaahnya ya masih bisa dihitung dengan jari padahal sholat berjamaah itu pahalanya 27 x lipat lo. Tapi kalau namanya kenduren atau pengajian bisa ratusan bahkan ribuan yang datang padahal pahalanya jauh lebih kecil dibanding dengan sholat berjamaah di mesjid.
Begitupun walau bedhugnya sudah digedein hingga suaranya Bleng-bleng, bleng ... bleng tetep saja yang masuk mak bleng untuk sholat berjamaah jumlahnya doremi tidak mencapai dua octaf... itupun bata suwek, bau tanah sudah tuwek.
Kiriman dari:
dr. Indro Saswanto
indosas@gmail.com
[ SELENGKAPNYA ]
Kamis, 06 Maret 2008
Bedhug dan Kenthongan
Diposting oleh
meds
di
10.27
0
komentar
Label: budaya
Senin, 03 Maret 2008
Yuk Membuat Logo Blogger Purworejo
Saya punya usul, bagaimana kalau kita membuat logo blogger purworejo. Masing-masing yang bisa design silakan membuat logo sesuai dengan seleranya. Bagi yang sudah jadi member, silakan upload. Bagi yang belum menjadi member, silakan kirim.
bagi yang belum menjadi member, silakan kirim logo anda ke satvica77@yahoo.com. nanti, setiap blog kita pasangi logo yang telah dibuat.
biar seragam, logo harus memuat sebagai berikut:
1. memuat tulisan: blogger purworejo community
2. memuat tulisan: blog komunikasi blogger purworejo
Bagi yang mengirimkan, karya akan dipajang di satu postingan, biar ngumpul.
Bagi yang bisa design, monggo kirimkan karya kalian, membuat logo blogger purworejo. Jangan lupa: kirim ke satvica77@yahoo.com. lengkapi dengan data diri, alamat blog, dll.
oh ya, karena ini bukan perlombaan, tidak ada hadiah ya...
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
16.45
7
komentar
Minggu, 02 Maret 2008
Hijaumu Balut Luka Rinduku (3)
Perjalanan berikutnya dari Kutoarjo menelusuri jalur selatan pulau jawa ke arah barat. Setelah Pasar Kecamatan Butuh ditemui jalan disebelah kiri. Jalan aspal itu menghubungkan jalur utama dan desa – desa dibagian selatan . Aspal hitam dan mulus membelah pemukiman warga dan areal persawahan silih berganti . Sebuah kemajuan pembangunan infrastrukstur di Purworejo yang cukup signifikan dibanding sepuluh tahun lalu . Hingga langkah ku terhenti disebuah areal persawahan sebelum memasuki desa Kedung Sri kecamatan Butuh.
Waktu sudah agak sore , sinar matahari mulai meredup . Nampak beberapa warga masih asyik berkutat dengan alat pertaniannya. Air sawah cukup melimpah padahal hujan tidak banyak turun pada bulan – bulan tersebut , menandakan areal ini dialiri sistem irigasi cukup bagus .
Sesaat kuamati paduan genangan air dengan rumput dan gulma yang menghadirkan hamparan unik penuh harapan dan dibatasi oleh rimbunan kelapa dipinggiran pemukiman. Tiupan angin membuat gelombang kecil – kecil diatas air sawah melengkapi siklus kehidupan daerah pedesaan.
Matahari terus bergerak turun ….warga pun mulai meniggalkan aktivitasnya . Kulangkahkan kakiku tuk kembali suatu saat ....., kini aku jauh.....................
Artikel berikutnya kita bergerak kearah timur menuju kota Purworejo....sampai jumpa....
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
00.01
3
komentar
Label: cerita
Jumat, 22 Februari 2008
Which one …Kutoarjo or Purworejo…?
On my previous article , may be you confused between Kutoarjo and Purworejo.
Well , here is the explanation :
Purworejo is the capital city of the region while kutoarjo is the second-largest town in the district . They are _12 km in distance _ a parted. City transports , intercity transports and inter province transports connect them for more than 10 hrs a day . At night “ojek” a motor cycle transport is an alternative . But if you do not pursue the time it is better you take overnight . See label hotel in this blog for searching hotel you want to stay in.
Illustration below shows public facility and infrastructure they have :
| Facilities | Kutoarjo | Purworejo |
| Main bus station | - | Yes |
| Main train station | Yes | - |
| State of | Yes | - |
| State of | Yes | Yes |
| State of | - | Yes |
| State of | Yes | - |
| College / University | Yes | Yes |
| Hotels | Yes | Yes |
| Museum * | - | Yes |
| Public swimming pool | - | Yes |
| Shopping center | Yes | Yes |
| Hospital | Yes | Yes |
* previously located in Kutoarjo
So , it doesn’t matter whether you visit Kutoarjo or Purworejo
Visit Purworejo 2008 , see you there !!!
Diposting oleh
Raf
di
03.45
9
komentar
Label: wisata
Senin, 11 Februari 2008
ReDesign in Progress Selesai (sementara)
Tampilan blog ini dalam masa perubahan, jadi mohon maaf kalau mungkin ada beberapa tampilan belum tepat. semoga tampilan menjadi lebih baik. betul? Komentar: ternyata tampilan memang lebih bagus.
Silakan dipakai buat komunikasi, usul, kirim salam, menulis berita, menulis artikel, publish foto, minta informasi, memberi informasi, mencari teman lama, mencari teman baru, ingin tahu tentang purworejo. Yah, semua tentang purworejo berirama. Blog ini adalah blog komunikasi blogger purworejo. Dan semua netter purworejo, di dimanapun berada.
For all purworejo citizen arround the world, visit this blog, you will find any information about blog and purworejo. Please participate on this blog by sending any information, story, news, foto, etc.
Viva Purworejo. Let go global.
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
14.01
1 komentar
Label: news
Rabu, 06 Februari 2008
Hijaumu Balut Luka Rinduku (2)
Perjalanan berlanjut kearah utara . Jalan ini adalah jalan utama Kutoarjo – Bruno , namun melaui jalur ini anda juga bisa menuju ke Kemiri atau Purworejo lewat jalur utara . Setelah kurang lebih perjalanan 1,5 km akan dijumpai sebuah jembatan kecil dan jalan simpang disebelah kiri. Pada hari – hari pasaran jembatan ini ramai oleh para pedagang memborong hasil ternak dan hasil pertanian warga sekitar. Sepuluh menit jalan kaki telusuri jalan desa yang beraspal tersebut membawaku memasuki Desa Tepuskulon. Untuk mencapai areal persawahan kita harus menerobos pemukiman warga. Maka akan nampak …………
Sebuah permadani hijau, sekilas membawa angan akan keagungan Sang Pencipta . Sejenak ku terdiam. Embun pagi asyik bermanja diujung daun – daun padi memantulkan spektrum pelangi . Samar terdengar jengkerik dan katak melanjutkan lagu malanmya , disambut ceria “prenjak “ disela pohon ubi dan kacang , sungguh kolaborasi tak beraturan namun membentuk musik bercita rasa tinggi. Jika cuaca cerah dikejauhan akan nampak jelas Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing menjulang mencakar langit.
Ku ayun kaki telusuri pematang dengan rumput masih basah oleh embun . Nyess ....... sejuk , segar ........ Ku coba sapa selamat pagi pada beberapa warga yang sedang menggarap sawah dan ladang . Masyarakat wilayah ini biasa membuat ladang ditengah sawahnya.
Tanpa penyuluhan tentang global warming pun , warga sudah menghijaukan lahan mereka . Bukti langkah nyata dalam rangka memerangi emisi.
Siang mulai beranjak , terik mulai menyengat , lara bathin terobati . Namun kini sedang kukenang.Sampai jumpa di salah satu daerah di kecamatan Butuh.......
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
20.10
1 komentar
Label: cerita
Selasa, 29 Januari 2008
How Do You Go to Purworejo ….? ( from Jakarta )
This article is intended as a guidance to those who rarely or in first time visiting Purworejo City From Jakarta, many transport methods linked to Purworejo Regency.
By Train
Ticket is available in business and economic class which scheduled twice a day , every morning and every evening . Sawunggalih Utama ( Kutoarjo home based train ) and Taksaka (Yogyakarta home based train ) leaving from Gambir Station for business tickets , while economic ones departed thru Pasar Senen Station .Peak season usually when school holiday on July and Idhul Fitri holiday. Please be careful about seat availability when your travel plan is on that time.
After taking about 8 hour-beautiful journey , you must get off at Kutoarjo Station the main train station in the district. Kutoarjo welcomes you visiting other sub-districts such as : Purworejo , Bayan , Kemiri , Grabag , Pituruh , Bruno , Butuh , Ngombol , Gebang , Bener , Banyuurip , Bagelen , Kaligesing ,Purwodadi , Loano , etc.
By Bus
You can take one of carrier which leaving for Yogyakarta, Solo , Magelang etc. But it needs more information must be drilled down if you are not familiar with trans –java road. Java has two main routes that are North Route and South Route in other side. Understand the difference before taking above method
For a simply method use a-Kutoarjo home based bus operator. P.O. Sumber Alam is an example. Their fleet departed thru Lebak Bulus, Cimone , Pulo Gadung , Kranji Bekasi , Ciawi Bogor. Please take a nearest distance from where you are. They offer either business or economic class tickets.
If you prefer like taking a night travel to a day , let the driver or co-driver to notice you whenever vehicle hits Kutoarjo in case you fall in asleep. Then you should get preparation because no more than fifteen minutes the vehicle will be parked at Purworejo bus station. Please speed up your getting-off , the bus stopped for about thirty minutes before leaving to Yogyakarta as a final destination. Now you can say “ Hello Purworejo..I am coming. Next, city transports will run you to a specific area you want to visit
By Driving a Car
This method possible you to organize time as you need. If driven by yourself please prepare a map, read more about last traffic situation. Avoid stopping at un-inhabited area or unusual for it. Suggested taking a rest at restaurant, fuel station, police post that easily found at a long the way of Jakarta - Purworejo. Fully pay attention on driving may be you will find yourroad crossed by rail way with insufficient protection.
But , it will be an advantage if you have a trusted-driver . Rental car company experience about this business , ask them to explain a safest trip to you .Slow down your speed whenever your eyes catch notes on banner “ Dawet Butuh “. It tells that you are entering to west bank boundaries of Purworejo District.Keep smiling because Purworejo’s starts to smile to you…..enjoy your ride…..
By Plane
Fastest trip method certainly . It is enable you have breakfast in Cilandak , Meruya, Sunter , Kampung Melayu etc then have lunch in Purworejo. Garuda Indonesia, Lion Air, Adam Air are example of flight operators that reserve shuttle flight Jakarta – Yogyakarta. Travel agent will be pleasure to lend their hands when you need more detail of flight information. Forty five minutes fly , stewardess will alert you to tighten seat belt for landing at Adi Sucipto Airport of Yogyakarta . Just need on foot to arrival terminal while porter un-load your baggage from the craft. If no relation take you , immediately have a taxi for ninety minutes trip to west. Yes , Purworejo is 67 kms to west from Yogyakarta Never lost in sight of amazing panoramic view , whether padi or palawija planting at both side of the way. Finally Bagelen sub-district lets your entry without password to District of Purworejo.
By Sea.
Strange in ear have a trip by sea to this area . Nearest harbour is Tanjung Mas of Semarang which takes at least four hours by land to Purworejo. In fact the district has harbour in Ketawang beach called Pasir Puncu Harbour, but so far no commercial shipment sail there Have you ever watched parody film of Robin Hood entitled “ Men in tight “ ……?
He was back to UK from Middle East by swimming across the sea. I extremely not recommend you swimming across the sea from Tanjung Priok Harbour in Jakrata to Pasir Puncu Harbour. Otherwise you are well-trained for it .
Visit Purworejo 2008 , see you there
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
15.46
8
komentar
Label: wisata
Rabu, 09 Januari 2008
Hijaumu Balut Luka Rinduku (1)
Aku lahir dan besar di kabupaten Purworejo , sebuah nama yang saat ini begitu indah dan kurindukan . Lima belas tahun lebih kawasan penuh panorama didaerah Kedu bagian selatan tersebut aku tinggalkan . Walau banyak wilayah Indonesia pernah kudatangi , namun anganku selalu menekan dan mendesak rasa dalam dada tuk kembali , hingga kutemui namamu dalam sebuah forum blogger .
Aku bersyukur pada Yang Maha Kuasa , karena setidaknya sekali dalam setahun berkesempatan menengokmu. Areal sawah pertanian satu tempat yang tidak pernah kulewatkan bersama teman hidupku …………………….
Perjalanan menuju ke salah satu daerah di Kutoarjo bagian utara. Dari Purworejo menuju Kutoarjo , kita belok kanan setelah melewati jembatan kali Jali. Jalan lurus keluar kota , mendaki sebuah bukit ( masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Tugel ). Perlu hati – hati ketika menuruni bukit karena jalan berkelok – kelok dan sempit serta lalu lintas ramai . Saat pagi dan sore , pada hari – hari sekolah jalanan ini dipenuhi oleh anak sekolah yang mengendarai sepeda pada hampir semua badan jalan.
Selesai turunan akan didapati hamparan lembah seperti gambar diatas . Areal persawahan desa Sukoharjo yang menghijau sepanjang tahun . Tanaman padi di musim hujan dan tanaman palawija di musim kemarau bagai zamrud dalam untaian katulistiwa . Pohon asem jawa disepanjang jalan aspal ( sebagai urat nadi perekonomian wilayah ini ) turut memanjakan kesejukan pandang. Disisi timur jalan , membentang bukit Gunung Tugel dimana mentari keluar dibaliknya setiap pagi siap menyapa warga . Di kaki bukit mengalir saluran irigasi modern dari Waduk Wadaslintang yang dihuni oleh biota air sebagai penyedia protein hewani berupa ikan , udang , kepiting bagi daerah yang dilaluinya. Kala senja daerah ini menawarkan kedamaian dengan semilir angin , rona jingga temaram sang surya , lalu lalang warga kembali dari aktivitasnya . Luka rinduku terobati saat itu , namun akan membawa lara kala jauh seperti saat ini .
Artikel berikutnya mengenai catatan perjalanan disebuah kawasan tak jauh dari artikel diatas ( Insya Alloh ) …..sampai ketemu lagi….
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
23.45
3
komentar
Label: cerita
Rabu, 02 Januari 2008
Selamat Tahun Baru 2008
Kami mengucapkan selamat tahun baru 2008, kepada semua blogger yang kebetulan mampir di blog ini, forum blogger purworejo. Semoga di tahun baru ini bisa menjadi momen untuk perubahan yang lebih baik. Tentunya, dengan niat baik di awal, semoga nanti hasilnya juga baik di ahkir.
Kami terus membuka kesempatan kepada para blogger purworejo yang mau menjadi member atau mungkin ada mempunyai tulisan, foto, cerita mengenai Purworejo, bisa mengirmkannya ke kami, email:satvica77@yahoo.com.
selamat tahaun baru 2008. terus belajar dan berkarya.
sumedi
admin
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
14.40
0
komentar
BLOGGER PURWOREJO
- -- Sumedi : Personal Blog --
- A'a Gigih Blog
- Agung Pranoto
- Agus Grabag
- Ajissi BS
- Alamovic Blog
- Alfiatun Jenar Lor
- Anak Putune KH. Artonawi Rasukan
- Aris Priyantoro : Pituruh
- Budhi Setyawan
- Dani Usadi
- dr. Indro Saswanto, Sp. THT
- Eddy Prasetyo
- Eko Ari on Wordpress
- Fajar Iskandar
- Gudang Lo-Ker
- Indra Cah Ngombol
- Iwan Sugihartono
- kakang's Mubarak Online
- kenapa Tanya
- Kholik on BlogDetik
- Kuznia Nazer
- Mas Lilik: Moslem-Corner
- Mas Paijan
- Mas Togog
- Mas Tri (Cah Nakal)
- Mbah Suro
- meenote
- meika : Just Call me Ika
- RAF : Start with Nothing
- Sadat: Menuju Jalan Yang Terang
- Setiyo Bardono : Sastrawan
- Wahyu Handoko
- Wayah Bagelen
- Wiwin Blog : goresan pena maya
- Yudi Blog
Blog Komunitas
- Alumni STAN
- Alumni Teknik Mesin USU
- Bawana SMK 1Pwr
- Blogger PWR on Wordpress
- Forum Giritontro
- Forum Purworejokita
- Friendster SMANDA KTA
- GAMAPURI - IPB
- Gema Pembebasan Unand
- Lafadl Pustaka Yogya
- Nasionalisme Institute
- PB PMII
- PBHR SULSEL
- PMII UGM
- Relawan Desa: Mbangun Desa
- SMP 3 Purworejo (SMP 1 KTA) Blog
- Urban Poor Lingkage: UPlink.or.id
- WebLog SMA Pundong Bantul
Milist Purworejo
- obatstresspwr@yahoogroups.com, alumni SMA I angkatan 94
- thorjo@yahoogroups.com, milis piyantun thorjo