Dukung Sumedi pada Kontes SEO astaga.com lifestyle on the net | semoga juara I

BLOG INI TELAH DIPINDAH KE BLOGGERPURWOREJO.COM



Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Juli 2008

Kesenian Purworejo, Kencrengan atau Rebana

Jika teringat purworejo aku jadi ingat akan kencreng atau rebana. yaaa karena musiknya yang sangat syarat akan unsur islamnya juga aku bisa melampiaskan napsuku untuk nggebuk plus ngeplak benda yang bulat terbuat dari kayu atos maning yang salah satu sisinya dikasih kulit biasanya sih kulit wedusss.

Di purworejo umumnya kencrengan rebana biasa buat ngiringi sholawatan. Selain sebagai iringan musik dalam sholawatan juga merupakan alat musik utama untuk mengiringi kesenian NDOLALAK, juga DZIKIR SAMAN. Mungkin kesenian dzikir saman masih asing ditelinga anda, kesenian ini adalah kesenian yang bernafaskan islam yang ada di desa Secang, Piyono,dan Seboro Pasar yang ada di kecamatan Ngombol.

..silakan dilanjut....
[ SELENGKAPNYA ]

Kamis, 26 Juni 2008

Budaya Kita

kota Purworejo memang kota yang indah dan berirama dari segi apa saja apalagi dari segi keseniannya banyak yang unik contohnya saja khusus untuk hari besar islam orang-orang purworejo sangat senang mereka banyak yang mengadakan pengajian. kalau pengajian udah wajar setiap daerah orang islam banyak yang mengadakan pengajian.

tapi ada yang lebih unik untuk daerah ngombol dan sekitarnya mereka mengadakan dengan acara khotmil Quran dan arak arakan orang yang melihat pasti suka. orang kita mendidik anaknya berbagai macam cara contohnya saja ini adanya arak- arakan anak kecil akan terharu karena temannya yang dikatami itu bisa naik kuda dan dengan di arak keliling kampung. jaman embah saya sering menehi wejangan : le kowe ngajiho sing sregep mbesuk yen khataman tak tumpaake jaran lan diarak muter desa kata embah saya . sehingga anak - anak makin kuat untuk ngaji.itulah salah satu cara untuk mendidik anak ciri khas orang purworejo tapi nggak semuanya hanya sebagian.......??
[ SELENGKAPNYA ]

Kamis, 06 Maret 2008

Bedhug dan Kenthongan

Di negeri kita banyak di jumpai bedhug dan kentongan. Utamanya dimasjid-masjid. Ini hasil kreasi dari para ulama jaman dulu. Entah mulai kapan bedug dan kentongan dikenal dinegeri ini. Di Bali kenthongan dikenal dengan nama kukul. Dinegeri china bedhug bisa dijumpai di kota Xian kota dimana terdapat Terracota army yg terkenal itu.

Kenthongan dibuat dari kayu yang di dalamnya dilubangi dan diberi jendela memanjang, lebih mudah kalau dibuat dari seruas bambu, dimana tinggal menambah jendela saja. Didesadesa kenthongan digunakan untuk bunyi-bunyian sewaktu ronda dimalam hari ataupun untuk tanda bahaya.

Jaman "doeloe" ada kode-kode tersendiri dari bunyi kenthongan yang disebut "titir". Kenthong satu-satu berulang-ulang dengan rytme agak jarang berarti ada orang gantung diri, dua dua berarti ada maling, tiga-tiga ada kebakaran, sembilan kali berarti ada warga yang meninggal. Kalau dibunyikan satu-satu dengan cepat dan disahut oleh semua pemilik kenthongan disebut "gobyog" yang diartikan katanya ada pasukan Nyi Loro Kidul yang sedang lewat ???

Bedhug.... bedhug dibuat dari silinder kayu yang ditutup dengan kulit pada ujung-ujungnya. Contohnya bedhug di kota kita, Purworejo Jawa tengah, yang terbuat dari satu gelondong kayu jati utuh, tanpa sambungan, adalah bedhug terbesar di dunia. Diameternya melebihi depa orang-orang melayu. Sampai sekarang bedhug tersebut masih terawat baik.

Beberapa waktu yang lalu di negeri kita marak diadakan festival bedhug yang melibatkan para seniman. Bedhug berjajar-jajar dan ditabuh dengan rytme yang rancak mengasyikkkan.

Kenthongan juga digunakan sebagai alat pemanggil warga. Sampai sekarang didesa-desa kalau rapat warga akan dimulai maka kenthongan di bunyikan untuk memanggil para pesertanya. Ada juga yang memanfaatkan kenthongan sebagai tanda pada balapan burung merpati dimana kalau si burung sudah medarat maka dibunyikan kenthongan tadi. Bahkan dimasa lalu bunyi kenthongan didaerah tertentu digunakan untuk mengingatkan para acceptor meminum pil KB... hebat kan?

Di masjid-masjid suara kenthongan dan bedhug digunakan sebagai tanda waktu masuk sholat. Biasanya keduanya dibunyikan bergantian. Kenthongannya dibunyikan dulu...... thong tong tong 21x ....... artinya mesjid masih kothooooong...tong.....tong............ kemudian gantian Bedhugnya nyahut.... dheng deng deng deng 21x .........artinya mesjid masih sedheeeeeeeeeeeng dheng dheng...... masih cukup untuk menampung jamaah.

Anehnya udah thong-dheng2 masjid2 itu jamaahnya ya masih bisa dihitung dengan jari padahal sholat berjamaah itu pahalanya 27 x lipat lo. Tapi kalau namanya kenduren atau pengajian bisa ratusan bahkan ribuan yang datang padahal pahalanya jauh lebih kecil dibanding dengan sholat berjamaah di mesjid.

Begitupun walau bedhugnya sudah digedein hingga suaranya Bleng-bleng, bleng ... bleng tetep saja yang masuk mak bleng untuk sholat berjamaah jumlahnya doremi tidak mencapai dua octaf... itupun bata suwek, bau tanah sudah tuwek.

Kiriman dari:
dr. Indro Saswanto
indosas@gmail.com

[ SELENGKAPNYA ]

 

greeny::template design by: paradesain:: avaliable to download at:template.azimat.net
copyleft:blogger purworejo community 2008 - 2010 || supported by: free magazine subscription || contact us by email:satvica77@yahoo.com