Dukung Sumedi pada Kontes SEO astaga.com lifestyle on the net | semoga juara I

BLOG INI TELAH DIPINDAH KE BLOGGERPURWOREJO.COM



Selasa, 29 Januari 2008

How Do You Go to Purworejo ….? ( from Jakarta )

This article is intended as a guidance to those who rarely or in first time visiting Purworejo City From Jakarta, many transport methods linked to Purworejo Regency.

By Train
Ticket is available in business and economic class which scheduled twice a day , every morning and every evening . Sawunggalih Utama ( Kutoarjo home based train ) and Taksaka (Yogyakarta home based train ) leaving from Gambir Station for business tickets , while economic ones departed thru Pasar Senen Station .Peak season usually when school holiday on July and Idhul Fitri holiday. Please be careful about seat availability when your travel plan is on that time.

After taking about 8 hour-beautiful journey , you must get off at Kutoarjo Station the main train station in the district. Kutoarjo welcomes you visiting other sub-districts such as : Purworejo , Bayan , Kemiri , Grabag , Pituruh , Bruno , Butuh , Ngombol , Gebang , Bener , Banyuurip , Bagelen , Kaligesing ,Purwodadi , Loano , etc.


By Bus
You can take one of carrier which leaving for Yogyakarta, Solo , Magelang etc. But it needs more information must be drilled down if you are not familiar with trans –java road. Java has two main routes that are North Route and South Route in other side. Understand the difference before taking above method

For a simply method use a-Kutoarjo home based bus operator. P.O. Sumber Alam is an example. Their fleet departed thru Lebak Bulus, Cimone , Pulo Gadung , Kranji Bekasi , Ciawi Bogor. Please take a nearest distance from where you are. They offer either business or economic class tickets.

If you prefer like taking a night travel to a day , let the driver or co-driver to notice you whenever vehicle hits Kutoarjo in case you fall in asleep. Then you should get preparation because no more than fifteen minutes the vehicle will be parked at Purworejo bus station. Please speed up your getting-off , the bus stopped for about thirty minutes before leaving to Yogyakarta as a final destination. Now you can say “ Hello Purworejo..I am coming. Next, city transports will run you to a specific area you want to visit

By Driving a Car
This method possible you to organize time as you need. If driven by yourself please prepare a map, read more about last traffic situation. Avoid stopping at un-inhabited area or unusual for it. Suggested taking a rest at restaurant, fuel station, police post that easily found at a long the way of Jakarta - Purworejo. Fully pay attention on driving may be you will find yourroad crossed by rail way with insufficient protection.

But , it will be an advantage if you have a trusted-driver . Rental car company experience about this business , ask them to explain a safest trip to you .Slow down your speed whenever your eyes catch notes on banner “ Dawet Butuh “. It tells that you are entering to west bank boundaries of Purworejo District.Keep smiling because Purworejo’s starts to smile to you…..enjoy your ride…..

By Plane
Fastest trip method certainly . It is enable you have breakfast in Cilandak , Meruya, Sunter , Kampung Melayu etc then have lunch in Purworejo. Garuda Indonesia, Lion Air, Adam Air are example of flight operators that reserve shuttle flight Jakarta – Yogyakarta. Travel agent will be pleasure to lend their hands when you need more detail of flight information. Forty five minutes fly , stewardess will alert you to tighten seat belt for landing at Adi Sucipto Airport of Yogyakarta . Just need on foot to arrival terminal while porter un-load your baggage from the craft. If no relation take you , immediately have a taxi for ninety minutes trip to west. Yes , Purworejo is 67 kms to west from Yogyakarta Never lost in sight of amazing panoramic view , whether padi or palawija planting at both side of the way. Finally Bagelen sub-district lets your entry without password to District of Purworejo.

By Sea.
Strange in ear have a trip by sea to this area . Nearest harbour is Tanjung Mas of Semarang which takes at least four hours by land to Purworejo. In fact the district has harbour in Ketawang beach called Pasir Puncu Harbour, but so far no commercial shipment sail there Have you ever watched parody film of Robin Hood entitled “ Men in tight “ ……?

He was back to UK from Middle East by swimming across the sea. I extremely not recommend you swimming across the sea from Tanjung Priok Harbour in Jakrata to Pasir Puncu Harbour. Otherwise you are well-trained for it .

Visit Purworejo 2008 , see you there
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 09 Januari 2008

Hijaumu Balut Luka Rinduku (1)



Aku lahir dan besar di kabupaten Purworejo , sebuah nama yang saat ini begitu indah dan kurindukan . Lima belas tahun lebih kawasan penuh panorama didaerah Kedu bagian selatan tersebut aku tinggalkan . Walau banyak wilayah Indonesia pernah kudatangi , namun anganku selalu menekan dan mendesak rasa dalam dada tuk kembali , hingga kutemui namamu dalam sebuah forum blogger .

Aku bersyukur pada Yang Maha Kuasa , karena setidaknya sekali dalam setahun berkesempatan menengokmu. Areal sawah pertanian satu tempat yang tidak pernah kulewatkan bersama teman hidupku …………………….

Perjalanan menuju ke salah satu daerah di Kutoarjo bagian utara. Dari Purworejo menuju Kutoarjo , kita belok kanan setelah melewati jembatan kali Jali. Jalan lurus keluar kota , mendaki sebuah bukit ( masyarakat sekitar menyebutnya Gunung Tugel ). Perlu hati – hati ketika menuruni bukit karena jalan berkelok – kelok dan sempit serta lalu lintas ramai . Saat pagi dan sore , pada hari – hari sekolah jalanan ini dipenuhi oleh anak sekolah yang mengendarai sepeda pada hampir semua badan jalan.

Selesai turunan akan didapati hamparan lembah seperti gambar diatas . Areal persawahan desa Sukoharjo yang menghijau sepanjang tahun . Tanaman padi di musim hujan dan tanaman palawija di musim kemarau bagai zamrud dalam untaian katulistiwa . Pohon asem jawa disepanjang jalan aspal ( sebagai urat nadi perekonomian wilayah ini ) turut memanjakan kesejukan pandang. Disisi timur jalan , membentang bukit Gunung Tugel dimana mentari keluar dibaliknya setiap pagi siap menyapa warga . Di kaki bukit mengalir saluran irigasi modern dari Waduk Wadaslintang yang dihuni oleh biota air sebagai penyedia protein hewani berupa ikan , udang , kepiting bagi daerah yang dilaluinya. Kala senja daerah ini menawarkan kedamaian dengan semilir angin , rona jingga temaram sang surya , lalu lalang warga kembali dari aktivitasnya . Luka rinduku terobati saat itu , namun akan membawa lara kala jauh seperti saat ini .

Artikel berikutnya mengenai catatan perjalanan disebuah kawasan tak jauh dari artikel diatas ( Insya Alloh ) …..sampai ketemu lagi….
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 02 Januari 2008

Selamat Tahun Baru 2008

Kami mengucapkan selamat tahun baru 2008, kepada semua blogger yang kebetulan mampir di blog ini, forum blogger purworejo. Semoga di tahun baru ini bisa menjadi momen untuk perubahan yang lebih baik. Tentunya, dengan niat baik di awal, semoga nanti hasilnya juga baik di ahkir.

Kami terus membuka kesempatan kepada para blogger purworejo yang mau menjadi member atau mungkin ada mempunyai tulisan, foto, cerita mengenai Purworejo, bisa mengirmkannya ke kami, email:satvica77@yahoo.com.

selamat tahaun baru 2008. terus belajar dan berkarya.

sumedi
admin [ SELENGKAPNYA ]

Senin, 17 Desember 2007

Mengenal Desa Wingko Tinumpuk

Terletak di koordinat -7.46'11''S 110.04'23''E 12 km utara garis pantai samudra Hindia. Wingko Tinumpuk, adalah sebuah desa dengan ukuran 1,5km x2,5km. Luas pemukiman 400m x 600m sisanya persawahan. Daerah pertanian yang subur dengan pengairan yang cukup baik.

Batas-batasnya sebelah utara Ngentak dan Seboro, sebelah barat Piyono, selatan Mijoyo dan Wunut, sebelah timur desa Wingko Mulyo. Diutara dan barat sebagai batas desa ditandai oleh sungai Clereng yang membujur ke barat lalu belok ke selatan, sedang di timur batasnya sungai Cluwek, di sebelah selatan terdapat saluran irigasi yg oleh penduduk setempat disebut Ligasi berasal dari sungai Jali sebuah sungai yang lebih besar dari kedua sungai diatas tadi.

Tengah-tengah desa dibelah jalan aspal kabupaten sebagai jalan utama yg menghubungkan Jenar dan Sangubanyu. Dari Jenar terus ke Purworejo atau ke Jogja, sedang dari Sangubanyu bisa ke Kutoarjo terus ke Kebumen kalau ke selatan menuju Grabag dan pantai Ketawang sebuah tempat wisata yang ramai utamanya diwaktu lebaran.

Jumlah penduduk sekitar 400kk atau 1500 jiwa. Pemuda-pemudinya kebanyakan merantau ke Jakarta. Hanya sebagian kecil yang tetap tinggal di desa.

Pada hari-hari biasa desa ini sangat tenteram dan damai. Penduduknya myoritas beragama Islam dan cukup agamis. Di tengah-tengah desa terdapat sebuah masjid kuno yang cukup sakral mempunyai wibawa yang besar. Bagi anak kecil mungkin takut untuk memasukinya......singup...

Penduduk desa kebanyakan orang tua . Anak-anak tinggal di desa sampai tamat sekolah dasar, begitu SMP sudah mencari sekolah di kota. Namun kira kira 15 tahun terahir sudah ada SMP Negeri di desa ini yang juga menampung pelajar-anak dari desa sekitar. Untuk ke SLTA anak-anak harus melanjutkan ke Kutoarjo atau Purworejo. Penduduk nya kebanyakan petani hanya sebagian kecil menjadi pegawai negeri.

Tunas-tunas muda banyak juga yg berhasil jadi sarjan, hanya mereka memilih bekerja di kota sehingga desa tidak pesat kemajuannya. Kepala desanya keturunan dari H.Sanusi sudah generasi ke 3. Sejak tahun 1925-an sampai dengan pilkades tahun 2007 anak, cucu, buyut nya masih dipercaya masyarakat untuk mengelola desa ini.

Dinamika desa cukup baik. Penerangan PLN sudah masuk sejak tahun 80an. Transportasi angkutan pedesaan cukup banyak.Pasar desa buka pada hari Senin Kamis dan Sabtu. Pada hari-hari pasaran itu sangat ramai desa2 nampak hidup. Pada hari raya Idul Fitri para perantau pada mudik sehingga desa yang tenang ini menjadi sibuk terutama pada saat sholat Ied masjid meluap sehingga sebagian jamaah tidak tertampung.

Demikian sedikit gambaran tentang sebuah desa kecil Wingko Tinumpuk di wilayah kecamatan Ngombol kabupaten Purworejo propinsi Jawa Tengah. Indonesia.

Pengirim: dr. Indro Saswanto, indosas@gmail.com
[ SELENGKAPNYA ]

Kamis, 22 November 2007

Posting Agenda Anda

Bagi teman-teman yang mungkin mau mengadakan REUNI SEKOLAH, Seminar, pameran, event, pentas di purworejo. Kami membuka pintu untuk publikasi. Silakan kirimkan permohonan ke pada kami, kami akan mempublish agenda anda.

Kirimkan permohonan ke email: satvica77@yahoo.com [ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 20 November 2007

Yang Punya Foto-Foto Purworejo

Blog ini belum ada fotonya ya, padahal kalau ada pasti akan lebih meriah, mungkin bisa mengingatkan kepada teman-teman yang saat ini jauh dari kampung halaman, mungkin di kota lain, pulau lain, atau bahkan negara lain.

Bagi teman-teman para blogger atau peselancar web yang mempunyai koleksi foto-foto mengenai purworejo, bisa juga foto-foto kenangan dengan teman-teman, bisa di share di sini.

Tapi, untuk bisa mempublish foto, anda harus menjadi member terlebih dahulu, nanti akan mendapat account untuk memposting blog ini. daripada foto di simpan sendiri, kalau di publish kan yang lain bisa menikmati.

Yang tertarik bisa mengajukan untuk menjadi member dengan mengirim email ke satvica77@yahoo.comm, gratis, dapat bonus backlink.

Gambar Kiriman Mas Deden, warga purworejo tinggal di Jogja.
BEDUG PURWOREJO
bedug purworejo
Namanya Bedug Kyai Bagelen. Beduk ini merupakan beduk terbesar di Indonesia, di Asia Tenggara, dan di dunia (betul ya?). Terbuat dari kayu jati utuh, kulit utuh.

DATA
data bedug  purworejo

nambahi ah, foto Sungai Awu-awu, dari jembatan, arah ke selatan, muara (sebelah kanan pantai Pasir Puncu, sebelah kiri pantai keburuhan)

tempat mancing di purworejo

Nambahi Lagi: Foto Timur Stasiun Kutoarjo, waktu berjalan mau naik bus jurusan ketawang, grabag.
foto stasiun kutoarjo, purworejo

Anda mengunjungi blog mas Agung Pranoto untuk melihat foto-foto Purworejo yang lain.
[ SELENGKAPNYA ]

Kamis, 08 November 2007

Wah Blog Kok Sepi?

Semenjak webstat eror, tak bisa lagi dipantau jumlah pengunjung. Halo para blogger purworejo, dimanakah kalian berada? Untuk Pak Erwant, Mas Setyo Bardono, Mas Ajisi ayng punya Forum Purworejo kita, Mas Budi Setyawan, Kakang Mubarak, Mas Kiranto, Papa Charli, bagaimana khabarnya?

Mungkin ada usul, bagimana supaya blog ini ramai, sehingga bisa menjadi tempat singgah yang nyaman bagi para blogger yang berselancar, juga tempat komunikasi antar para bloger, terutama blogger purworejo.

Juga bagi para blogger yang mau menjadi pengisi aktif, kami selalu membuka diri untuk setiap member baru. Mari kita jadikan blog ini sebagai blog komunikasi, pertukaran informasi. Bagi yang mempunyai pengetahuan lebih bisa di share, bagi yang mau belajar bisa bertanya kepada yang lebih bisa.

sekali lagi, kami masih membuka kesempatan kepada para blogger untuk menjadi pengisi aktif blog ini, silakan kirim email ke satvica77@yahoo.com.

terimakasih.
[ SELENGKAPNYA ]

Rabu, 31 Oktober 2007

Lebaran Di Purworejo

Habis libur panjang, santai, kembali ke rutinitas. Ada yang mulai sekolah, mulai bekerja, mulai ke swah, atau menikmati kemacetanm kota besar seperti jakarta. bagimana dengan purworejo, apakah sudah mulai ikutan penyakit kota: macet?

Tapi apapun itu, semoga semua sehat wal afiat, dapat meneruskan kegiatan seperti sediakala, dan tentu terus meningkatkan kinerja dan karya.

aku mau cerita ya, pulang kampung sepuluh hari, ke tempat istri dulu di boyolali, sholat ied, halal bihalal, dan hari ke tiga ke purworejo. Perjalanan panjang. Jakarta ke boyolali 18 jam, macet. Boyolali rumah 8 jam. Lelah juga.

Ikut tradisi, yang baik, silaturrahmi ke tetangga da kerabat. Setahun sekali, absen. Dengan segala basa-basinya, waktu seperti berlalu. Seminggu rasanya kurang. Tapi bagaimanapun, harus kembali ke rutinitas.

lebaran saya ke pantai. gambarnya menyusul. Pantai ketawang, pantai genjik/ siledok (grabag), dan pantai keburuhan (kec ngombol). absen lagi. Ceritanya, di daerah saya, grabag bagian selatan, kalau lebaran tidak ke pantai rasanya tidak lengkap. Walaupaupun mengunjungi pantai panas, jalan berdebu, dan banyak sampahnya ya tidak apa-apa, melihat banyak orang. ada suasana baru.

PANTAI KETAWANG

tempat mancing di purworejo
Pantai Ketawang, selalu ramai saat lebaran.

PANTAI GENJIK/ SILEDOK. Tepatnya di muara sungai rowo, Desa Ukirsari kec. Grabag, Purworejo, perbatasan kabupaten purworejo dan kabupaten kebumen. Ada tempat asyik buat mancing. Bagi yang hoby mancing, ada tempat mancing di purworejo. Tempatnya di muara sungai, ada tumpukan batu untuk jeti (bangunan pengarah arus air di muara). bangunan jeti menjorok ke pantai sekitar 50meter, jadi bagi pemancing bisa ke tempat yang agak dalam. foto menyusul ya.

tempat mancing di purworejo


tempat mancing di purworejo juga

Lewat jalan daendels, yang sekarang sudah ramai oleh para pengemudi jarak jauh. Rasanya sulit untuk menyeberang. Kendaraan di pacu cepat-cepat. Sepertinya berbahaya, trek lurus ada sekitar 7 km. Apalagi nanti rencananya akan dibuat 2 jalur empat lajur, lurus 10 km, apa tidak pada ngebut?

Pulang ke jakarta, sudah kehabisan tiket, tidak ada tempat duduk, akhirnya naik kereta pembangkit. Yah, inilah kereta api indonesia, bayarnya masih mahal, 110 ribu, tapi tiduran di kereta pembangkit, sama dengan beberapa penumpang yang bayar di atas.

ah....
tapi alhamdulillah, sudah sampai jakarta, selamat, dan masuk kerja lagi.
[ SELENGKAPNYA ]

Selasa, 30 Oktober 2007

Hanya berbagi cerita: Lebaran

Tepatnya 12 Oktober 2007 kaki saya menginjakan tanah kelahiranku di Purworejo, Dalam pikiran saya ternyata sudah kiran 1 tahun saya sudah meninggalkan Kota Purworejo. Rasa suka cita kurasakan disamping sudah menyelesaikan bulan Puasa dan akhirnya bertemu keluarga. Dari keluarga yang dekat sampai yang jauh hingga aku sendiri juga tidak tahu jika itu ternyata masih saudara sama saya.

Tak kulapakan karena hanya mendapatkan jatah libur 1 minggu kukelilingi Purworejo dari Barat Timur dampai Selatan.

Didaerah selatan Purworejo ada dua Pantai yang amat saya banggakan yaitu Ketawang dan Keburuhan, Saya tertambat di Pantai Keburuhan yang sangat bagus karena mempunyai jalan sampai pingir pantai, So mobil bisa sampai bibir pantai tak perlu repot berjalan di Pasir yang panas.

Ada pula nelayan yang tak lagi melaut, maybe ikan sepi or ombak lagi besar, saya tidak sempat bertanya tetapi ada banyak perahu kecil di parkir dipinggir pantai.

Waktu itu jam menunjukkan pukul 17.30, sangat indah di cuaca yang cerah dan matahari yang memerah.

Itu saja dulu bagi2 cerita lebaran di Purworejo.
Bagi yang kenal aku, saya ini Alumni PMB Kutorjo thn. 2000 IPS 4 , jika ada email aku dong ( kiran_andrian@yahoo.com )

Tak lupa ku ucapkan, maturnuwun.

Kiran
[ SELENGKAPNYA ]

 

greeny::template design by: paradesain:: avaliable to download at:template.azimat.net
copyleft:blogger purworejo community 2008 - 2010 || supported by: free magazine subscription || contact us by email:satvica77@yahoo.com