Selasa, 27 April 2010
Kamis, 04 Maret 2010
Menerbitkan Sebuah Buku?
Di negeri kita banyak kaum cerdik cendekia, mereka masing-masing memiliki keahlian. Di antaranya banyak yang telah menulis terkait dengan keahlian, profesi, humor juga hobi. Namun banyak juga yang belum mempublikasikan segala sesuatu yang dimiliki secara keilmuan maupun gagasan. Hal tersebut di mungkinkan karena orang tersebut belum banyak tahu bagaimana liku-liku sebuah buku dari naskah sampai menjadi buku yang di jual di toko-toko buku. Penulis muda berbakat juga mulai bergeliat, dari yang sekedar menulis buku harian di buku, menulis uneg-uneg di situs gratis semisal blog, wordpress dan beberapa lainnya . Kinginan berbagi ilmu sebagai niat mulia laksana pohon yang senantiasa berbuah. Jika di cermati, di toko buku banyak karya yang di terbitkan berawal dari ngeblog. Ternyata karena di blog sering di kunjungi ‘tamu-tamu’ mulai timbul gagasan, kenapa gak diterbitkan tulisan-tulisan itu?
Beberapa hal yang perlu di perhatikan, bila kita akan menerbitkan sebuah buku.
Jenis Buku/ Naskah
Ribuan jenis buku beredar di toko buku sesuai dengan kompetensi setiap penulis.
Bahan isi dan bahan kulit sampul
Desain sampul menjadi penting karena tampilan yang menarik akan menggelitik ‘pemburu’ ilmu. Namun, yang tak kalah seru untuk dipertimbangkan apakah akan di finishing dengan sentuhan tekhnologi yang lebih tinggi? Tentu saja hal ini akan berpengaruh terhadap harga jual ke pembaca.
Bahan kertas isi sangat beragam, dari kertas koran yang murah sampai bahan kertas yang mahal tersedia di toko bahan kertas percetakan. Semakin murah atau semakin mahal akan mempengaruhi harga jual ke pembaca.
Tata letak
Menjadi sangat penting ketika kita akan menulis buku, tipe huruf apa yang cocok?
Editing
Proses editing di setiap dunia tulis menulis menjadi sangat penting untuk menghindari salah ketik, salah eja bahkan istilah.
Dummy
Contoh bentuk buku jadi yang di jadikan pedoman bagian percetakan. Juga bisa menjadi pedoman keluhan penerbit bila hasil cetakan tak sesuai.
Cetak
Sebaiknya kita tahu betul proses cetak buku di percetakan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya order cetak dari penerbit limaribu eksemplar, namun bila penerbit nakal di naikkan. Selisihnya di lempar ke pasar gelap.
Cara menerbitkan buku di antaranya,
Diterbitkan sendiri, artinya semua proses dari menyiapkan naskah sampai cetak dikerjakan sendiri. Untuk urusan distribusi, bisa kita kerjakan sendiri. Tentu, hal ini akan menyita banyak waktu dan tenaga, selain juga materi.
Ada juga cara lain yang agar buku kita bisa tetap terbit. Yaitu, kita tawarkan naskah itu ke penerbit. Bila naskah itu di terima dan diterbitkan kita mendapakan hak royalti setiap buku yang terjual. Besarnya royalti penulisan ini berkisar 7-10% dari harga jual buku. Bayangkan, bila kita menjadi penulis yang produktif, rata-rata 7 judul buku diterbitkan setiap tahun. Masing-masing judul di cetak ulang alias laku keras. Bulan ke-empat/ lima, kita akan menerima pembayaran royalti yang di kirim penerbit ke rekening bank kita. Selama buku-buku kita masih terus terjual, selama itu pula kita akan menerima royalti sejumlah buku yang laku.
Atau, ada cara yang ini. Kita punya gagasan, kita paham betul gagasan itu. Cari penulis handal yang telah banyak buku yang di tulisnya. Akan ada wawancara untuk menggali gagasan itu menjadi naskah hingga siap menjadi sebuah buku. Setelah buku terbit, royalti untuk penulis di bagi 50%-50%. Sebagai contoh, saya sebagai pemilik gagasan/ ide, anda penulisnya. Terbitlah sebuah buku dengan harga jual duapuluh ribu rupih. Royalti 10% dari harga jual untuk penulis di bagi 2. Saya mendapat seribu rupiah, anda seribu rupiah. Bila buku tersebut di cetak lima ribu eksemplar dan habis terjual bahkan sampai cetak ulang, berapa banyak uang yang didapat. Bingung menghitungnya!
Waduhh ... jadi pengin nulis neh, tapi apa yang mau di tulis? Lha nulis saja jarang ... Jangan berkecil hati, banyak penulis buku best seller dunia yang di awali dengan susah payah.
Mario Puzo penulis The Godfather, sebelum menjadi penulis terkenal hampir mati karena sakit kandung empedu. Bahkan untuk membelikan sepatu anaknya, ia harus meminjam uang dari kakaknya. Namun, setelah buku-bukunya laku dan di film-kan, dia tersenyum puas dan berkata “di belakang keberuntungan ada kerja keras”.
Juga dengan JK. Rowling yang menjadi pengarang bestsellers secara ‘tak sengaja’. Kebiasaan bercerita kepada anak-anak, melambungkan imajinasinya hingga bisa menjadikan khayalan manjadi sebuah cerita ‘dahsyat’ yang disukai anak-anak, orang dewasa bahkan orang tua lewat Harry Potter. Buku seri Harry Potter pertama sampai ke-tujuh laris bak kacang goreng, bahkan pembaca berebut untuk bisa menjadi pembeli pertama dengan rela antri sampai harus menginap.
Pun dengan penulis yang di juluki ratu kriminal Agatha Christie. Saat masih remaja di ejek oleh kakaknya, bahwa dia tak akan bisa menjadi penulis. Tapi apa yang terjadi? Dia bisa buktikan pada kakaknya dia menjadi penulis novel dengan 85 judul selama hidupnya dengan oplag 2 milyard eksemplar. Buku-bukunya telah di alih bahasa ke dalam 103 dialek. Lebih dari 14 judl telah di filmkan. Hahhhh? Indonesia dengan kriminal tinggi, mungkinkah ada penulis yang bisa mengekor kesuksesannya? Jangan-jangan andalah orangnya ...
Suparno Jumar
Cahmbegelen
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
suparno jumar
di
21.04
8
komentar
Senin, 01 Desember 2008
Pindah ke www.bloggerpurworejo.com
RUMAH BARU TELAH SIAP, KEPADA PARA PENGUNJUNG DAN MEMBER BLOG INI SILAKAN MENUJU BLOGGERPURWOREJO.COM. BLOG INI TIDAK AKAN DITUTUP, NAMUN TIDAK AKAN ADA ARTIKEL TAMBAHAN. ANDA MASIH BISA BERKOMENTAR DAN MELIHAT SELURUH POSTINGAN.
KUNJUNGI BLOG BARU PENGANTI: BLOGGERPURWOREJO.COM
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
13.37
10
komentar
Label: blog
Jumat, 28 November 2008
Pemberitahuan Username dan Password untuk bloggerpurworejo.com
Kepada para member yang sudah terdaftar, saya sudah kirimkan username dan password ke email masing-masing. silakan login melalui link yang telah diberikan, pertama kali yang harus dilakukan adalah merubah password bagi yang ingin ganti pasword. anda juga dapat mencoba mengirim artikel.
User blog ini akan saya nonaktifkan begitu bloggerpurworejo.com resmi dilaunching, insya Allah tanggal 1 Desember 2008 pukul 00.++ wib.
Kepada para blogger purworejo yang mau menjadi member, anda bisa mengirimkan email permohonan ke admin@bloggerpurworejo.com, atau anda bisa juga mendaftar melalui form login yang nanti akan disediakan.
Maju terus blogger purworejo. Mari majukan Purworejo dengan mengenalkan kepada dunia.
sumedi, admin
www.sumedi.net
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
23.17
4
komentar
Label: member
Senin, 24 November 2008
Dua Sungai Meluap, Purworejo Kebanjiran
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Purworejo sepanjang Jumat (21/11) malam hingga Sabtu (22/11) pagi mengakibatkan dua sungai, yaitu Sungai Bogowonto dan Sungai Dulang meluap. Luapan air mengakibatkan sedikitnya delapan desa terkena banjir.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Pasalnya, puluhan hektare sawah terendam. Sebagian sudah ditanami benih padi umur satu minggu. Sebagian yang lain terdapat padi dan jagung yang hanya tinggal beberapa hari lagi dipanen.
Luapan air dari Sungai Dulang menggenangi tujuh desa di Kecamatan Bayan. Yaitu Batoh, Dewi, Tanjungrejo, Besole, Bayan, Pogongkalangan, dan Krandegan. Dua dusun di Desa Bayan, yaitu Dusun Sabrang dan Gorekan bahkan sempat terisolir beberapa jam karena akses utama jalan menuju dua dusun tersebut sempat terendam air hingga 1 meter.
Sedikitnya
Sutras (43), salah satu warga Dusun Sabrang RT 03/RW 02, Desa Bayan mengungkapkan, air mulai masuk ke perkampungan warga sekitar pukul 03.30. "Awalnya hanya setinggi mata kaki, tapi lama-lama sampai lutut," katanya.
Dia mengatakan, warga tidak kaget kedatangan banjir. Sebab dua dusun itu memang sudah menjadi langganan banjir setiap Sungai Dulang meluap. "Semalam
Lahan persawahan di kedua dusun tersebut seperti lautan.
Anak-anak di kedua dusun itu tidak berangkat sekolah karena terjebak tidak bisa keluar kampung. Akhirnya mereka memilih bermain air di sekitar pekarangan rumah. Luapan air juga membanjiri sejumlah desa yang berada di sebelah selatan jalan raya Purworejo-Kutoarjo. Antara lain Desa Batoh, Besole, Tanjungrejo, Dewi, Pogongkalangan, dan Krandegan.
Akses jalan masuk ke Desa Besole, Dewi, dan Batoh juga sempat terputus karena terendam air. Untuk masuk ke tiga desa itu harus memutar melalui desa-desa di sekelilingnya yang tidak terkena air.
Aktifitas warga juga sempat terganggu karena banjir di desa-desa tersebut bersamaan dengan dimulainya kegiatan, baik ke sawah, kantor, maupun ke sekolah. Hektaran sawah terendam air, sebagian terdapat tanaman padi dan jagung siap panen dan sebagian lagi baru saja ditanami benih padi. "Di Desa Krandegan ada sejumlah padi yang sudah mau dipanen hari ini. Demikian juga di Desa Pogongkalangan," ungkap Kasi Trantibmas Kecamatan Bayan, Moehardjono.
Slamet Riyadi (25) dan Bagus Saputro (19), warga Batohrejo mengatakan, biasanya air mulai surut dua jam setelah banjir. "Tapi kali ini kok cukup lama. Mungkin hujan di hulu sungai sangat deras semalam," ujarnya saat ditemui pukul 11.00.
Ekowati (33), warga Batohdaleman mengatakan, biasanya anaknya berangkat sekolah sendiri. Tapi karena ada banjir, dia khawatir sehingga mengantarkannya ke sekolah dan menungguinya sampai pulang. "Jalan yang dilalui tergenang air," katanya.
Sementara untuk luapan Sungai Bogowonto mengakibatkan belasan rumah penduduk yang ada di Desa Bugel, Kecamatan Bagelen juga terendam air. Rumah-rumah yang terendam itu berada di RT 03/RW 03 yang berada tepat di bantaran Sungai Bogowonto.
Saat pertama kali banjir datang, ketinggian air di jalanan lebih dari satu meter. Hektaran lahan persawahan yang baru saja ditanami bibit padi juga tak luput dari rendaman air. Poniman (70) warga sekitar mengatakan, wilayah Desa Bugel yang berada di bantaran Sungai Bogowonto memang menjadi langganan banjir. "Tapi tidak lama, maksimal tiga jam air sudah surut," katanya.
Sumber suaramerdeka.com
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
suparno jumar
di
09.04
8
komentar
Sabtu, 15 November 2008
Forum Purworejo mau Migrasi ke Wordpress
Yth Poro sesepuh FP, Poro member FP atau poro pengunjung FP. Sudah setahun lebih keberadaan blog ini, sudah banyak tulisan, sudah banyak member. Walaupun belum optimal, namun keberadaan blog ini bisa menjadi wadah komunikasi warga Purworejo di dunia maya. Lewat blog ini, ada beberapa teman yang lama tidak berjumpa, bisa menemukan kembali kontak, Juga kita bisa share beberapa tulisan mengenai desa, pembangunan, pendidikan atau berita tentang Purworejo. Thats great.
Sebenarnya sudah lama niat ini, bahkan saya sudah membeli sebuah domain untuk blog ini yaitu bloggerpurworejo.com. Maksud awal, sebagai backup kalau ada apa-apa dengan blog ini, sudah ada data cadangan. Sayang sekali kalau tulisan dari poro sedulur Purworejo hilang.
Dalam perkembangannya, daripada menggunakan blog gratisan, padahal ada yang berbayar, maka saya memutuskan untuk melakukan migrasi ke Wordpress. Ini memang sepihak, sebenarnya niat awal saya ingin berembug dengan poro sedulur FP, namun ternyata waktu banyak terkuras, juga agak kerepotan dalam koordinasi, jadilah dengan meminta ijin pada poro sedulur FP, saya bermaksud melakukan migrasi full ke WP.
Data member FP akan saya pindah sevcara manual, status author. Nanti saya akan kirimkan ke email semua. Bagi member baru, dipersilakan mendaftar melalui form yang tersedia. Tulisan-tulisan yang sudah ada, pengirm artikel akan saya update secara manual untuk melink alamat blog atau emailnya.
Tampilan berupa postingan dari blog kemudian, juga ada list postingan dari semua blog yang terdaftar, ada juga subpage untuk agregator blogger Purworejo.
Misi dari blog ini tetap, mengenalkan purworejo ke dunia, sarana komunikasi warga Purworejo di manapun berada.
Saat ini saya baru melakukan design template untuk blogger purworejo.com. Saya mengharap masukan, saran, kritikan, untuk kemajuan blog ini. Untuk Purworejo.
sumedi
-- satvica77@yahoo.com
-- www.sumedi.net
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
00.01
10
komentar
Kamis, 13 November 2008
SDN Mudal, Purworejo Roboh
Rabu, 12 November 2008 08:09 WIB
Berikut artikel yang kami dapatkan dari Metrotvnews.com pada hari ini.
Suparno Jumar
Metrotvnews.com, Purworejo: Sebuah gedung Sekolah Dasar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, roboh diterjang hujan deras yang disertai angin kencang. Musibah tersebut menimpa Sekolah Dasar Negeri Mudal. Ruang kelas satu, dua dan tiga rusak berat. Sementara atap gedung roboh. Akibatnya, sekitar 150 siswa terpaksa mengikuti pelajaran di gedung sekolah lainnya dan bergantian pagi dan siang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sebab, saat kejadian tidak ada aktivitas belajar-mengajar. Namun, akibat peristiwa ini perlengkapan belajar seperti buku, meja dan kursi sebagian besar rusak dan tidak dapat digunakan kembali. Pihak sekolah berharap gedung ini segera dibangun kembali agar proses belajar-mengajar kembali normal.[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
suparno jumar
di
10.44
3
komentar
Selasa, 11 November 2008
Gunung Tugel , Satu Wallpaper di Purworejo
Kabupaten Purworejo banyak mempunyai deretan perbukitan , mereka membentang dari timur kearah barat serta kearah selatan menuju gugusan bukit di wilayah propinsi DIY. Beberapa kecamatan yang punya dataran bukit misalnya kecamatan Bener , Kaligesing , Bagelen, Kemiri , Bruno , Pituruh. Bukit - bukit itu menjadi background nan indah bagi kota – kota disekitarnya.
Beberapa warga menyebut bukit itu dengan nama gunung. Seperti gunung tugel di kecamatan kutoarjo, padahal tidak ada satu ciripun dari bukit itu yang mengelompokkan dirinya masuk dalam jajaran gunung di Indonesia.
Bukit gunung tugel juga sedikit beda dari perbukitan lain , karena gunung ini membujur tunggal dari utara ke selatan sepanjang sekitar tiga kilometer dengan ketinggian dataran yang relatif rendah. Sedangkan sisi kiri kanannya adalah lembah vulkanis berupa sawah dan ladang. Jadi bukit ini malah mirip tanggul besar atau benteng kuno dari tanah.
Dinamai gunung tugel karena konon bukit ini dipotong oleh jalan raya , sehingga bukit ini terputus ( bahasa jawa : tugel. red ). Dan nama itu dipakai dari dulu hingga kini.
Gunung tugel menjadi bukit peneduh bagi kota Kutoarjo. Jika pagi hari banyak dijumpai warga melakukan aktivitas jogging atau sekedar cari udara pagi yang segar sambil jalan sehat. Memang kontur nya cocok untuk latihan endurance karena tersedia jalanan menanjak dan turunan ringan.
Bagi guru olahraga kawasan ini dijadikan latihan crosscountry bagi siswa didiknya . Kombinasi antara pemukiman , sawah dan bukit sangat ideal menggambarkan kondisi lintas alam. Jalur yang ditempuh biasanya dari kota ke timur menembus pemukiman desa Bandung Kidul atau depan SMU hingga selis ( lihat artikel sdr. Riwi ) terus menuju jalan dibawah bukit kearah barat , bisa turun dekat pasar atau lebih ke barat lagi turun dekat terminal.
Penggemar pramuka tidak mau ketinggalan memanfaatkan kawasan ini sebagai latihan survival . Sungai , persawahan , padang ilalang adalah secuil halangrintang yang harus ditaklukkan dalam latihan tersebut.
Tak ketinggalan angkatan darat juga menjadikan kawasan ini sebagai latihan keterampilan bertempur apalagi tak jauh dari gunung tugel ada lapangan latihan menembak. Dulu saat masih kecil suara letusan senapan latihan nyaris terdengar tiap sore , entahlah kalau sekarang …..
Bagaimana ..? Anda punya kenangan dengan kawasan ini …? Atau sekedar lihat hijaunya atau segarnya udara pagi , atau ingin menambah koleksi pengetahuan tentang Purworejo …silahkan !!
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
09.47
16
komentar
Label: cerita
Rabu, 29 Oktober 2008
Menengok ke Desa Bulus
Pernahkah sobat blogger sekalian mendengar nama sebuah desa yaitu Bulus ?, desa ini adalah adalah tempat kelahiran nenek moyang saya (bukan bermaksud promosi)yaitu terletak di Kecamatan Gebang, tepatnya di sebelah utara kota Purworejo lebih kurang 3 km dari arah kota Purworejo. Desa ini berada di pojok timur dan selatan Kecamatan Gebang karena sebelah timur desa ini adalah Desa Kalinongko yang menjadi bagian dari Kecamatan Loano sedangkan sebelah selatan Desa Bulus adalah Kelurahan Mranti yang menjadi bagian dari Kecamatan Purworejo. Keadaan alam di desa ini berhawa sejuk karena daerahnya yang masih berbukit-bukit dengan pepohonan yang masih rindang, ketika anda mulai memasuki desa ini akan terkesan seperti desa terpencil, karena jalurnya yang sepi walaupun jalannya sudah Hotmix . Namun akan lain kalau anda sudah berada di dalamnya, desa ini terkesan istimewa, misalnya terdapatnya makam Bupati I Purworejo yaitu Cokronegoro 1, makam tersebut adalah makam para pejabat kabupaten (ningrat) jaman dahulu. Makam tersebut sama sekali jauh dari kesan angker karena sering kedatangan para peziarah baik dari keluarga kraton atau dari masyarakat biasa karena makam tersebut sampai sekarang masih digunakan untuk penguburan baik untuk masyarakat Bulus sendiri juga untuk keluarga dari para kyai pondok pesantren Berjan. Makam tersebut pernah dijadikan acara reality show dari sebuah stasiun televisi yaitu untuk acara uji nyali. Di makam ini ada fasilitas kamar mandi dan mushola beserta perlengkapannya sehingga akan nyaman jika anda ingin berziarah ke makam ini. Saya sering berkunjung ke makam ini karena simbah saya memang dimakamkan di sini. Di makam ini juga terdapat ruang untuk parkir mobil atau tempat untuk sekedar duduk-duduk saja menikmati pemandangan dan hawa pegunungan yang sejuk. Dan yang terpenting kunjungan ke makam ini tanpa dikenai biaya sedikitpun, apalagi kalau mengajak saya pasti dijamin gratis dan mendapat suguhan wedang macit ala kadarnya jika mampir ke gubug peninggalan simbah saya. Tapi mohon maaf untuk postingan ini tanpa persiapan foto(menyusul).
Hal istimewa lagi yang ada di desa Bulus adalah adanya danau kecil sebesar kolam renang arta tirta, masyarakat setempat menyebutnya 'Beji'. Sampai saat ini debit airnya tak berkurang. Pada waktu saya kecil, beji sebagai tempat bermain langen (renang) karena memang airnya yang segar dan jernih. Jadi secara otomatis anak-anak di Desa Bulus pasti mahir berenang karena mempunyai kolam renang alamiah. Namun untuk saat ini beji sudah tidak sebgai tempat berenang karena airnya semakin banyak yang mengkonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari, hal ini bisa dilihat dari banyaknya mesin pompa listrik yang mengambil air dari beji. (mohon maaf foto 'beji' menyusul)
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Anonim
di
17.27
12
komentar
Minggu, 26 Oktober 2008
Sarana Angkutan Rakyat
Berbagai moda angkutan tersedia di kabupaten purworejo baik berupa transportasi tradisional ataupun modern siap menghubungkan semua sisi wilayah sebagai pengantar aktivitas warga .
Angkutan kota / angkutan desa
Menghubungkan antar kota kecamatan atau kota kecamatan dengan pedesaan. Warga kabupaten biasa menyebutnya dengan kopada untuk angkutan penumpang mobil kecil . Minibus banyak ditemukan pada jalur Grabag – Kutoarjo – Purworejo dengan frekuensi yang cukup tinggi. Jalur ini
termasuk jalur paling ramai sehingga wajar kalau menggunakan kendaraan
lebih besar. Namun jika anda ingin mencoba angkutan desa anda harus benar – benar memperhitungkan waktu , karena frekuensinya masih relatif rendah. Walaupun berlabel angkutan desa tapi kondisi kendaraan sangat bagus dan terawat. Moda angkutan ini biasa beroperasi dari setelah subuh hingga sore sekitar pukul lima.
Becak
Banyak dijumpai didaerah datar seperti Kutoarjo dan Purworejo , daerah lain juga ada tetapi tidak sebanyak didua kota tersebut . Daya jelajah untuk wilayah kota , namun bisa juga sedikit ke pedesaan dengan jalan – jalan aspal dan rata. Stasiun , pasar , tempat pembelanjaan ,alun – alun , terminal dan tempat – tempat pemberhentian bus menjadi tempat favorit ngetem becak di wilayah Purworejo. Beroperasi baik pada siang ataupun malam hari .
Dokar
Delman dengan ditarik oleh satu kuda , tidak ditemukan kereta dua kuda seperti yang kita jumpai di Jogja. Seperti moda becak , dokar banyak beroperasi di pasar dan stasiun dengan daya jelajah yang lebih luas bisa masuk ke pelosok – pelosok . Namun dewasa ini moda ini sudah semakin berkurang , mungkin karena biaya perawatannya yang relative lebih mahal .
Ojek
Lebih banyak beroperasi di malam hari . Saat musim lebaran jumlah ojek bisa duakali lipat. Stasiun dan tempat pemberhentian bus adalah tempat yang pas untuk mangkal ojek . Jangkauan wilayah bisa sangat jauh asal tidak membawa barang berat dan banyak. Moda ini jadi pilihan jika tujuan anda adalah daerah – daerah yang tidak bisa dijangkau oleh moda lain
Rental
Untuk menggunakan kendaraan sewaan , lebih baik anda berkonsultasi dengan relasi atau kerabat atau kenalan anda. Banyak jasa penyewaan dengan berbagai type kendaraan dan variasi harga. Kemudahan moda ini karena anda bisa bepergian secara rombongan.
Tunggu apa lagi ....? Silahkan berkunjung walau hanya sebentar …..!
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
13.31
3
komentar
Label: wisata
Kamis, 23 Oktober 2008
Selis

Nek panjenengan liwat ngarep dalan SMA Negeri Kutoarjo terus mengetan, mengko bakal tekan Selis, bendungan Kali Jali. Nggone asri lan semilir. Coba nek durung tau mrana, mampiro.
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Anonim
di
20.53
3
komentar
Pendopo Kawedanan Kutoarjo

Sewaktu saya liburan di Kutoarjo, karena tempat tinggal liburan saya di sebelah timur Pasar Hewan, saya jalan kaki nyantai menuju pasar Kutoarjo. Karena matahari cukup meyengat, saya istirahat dulu di Pendopo kawedanan Kutoarjo. Ngisis. Suasana agak sepi.
Dulu waktu saya SMA, di SMA Panbers, saya cukup sering main ke sini, untuk meminjam buku di perpustakaan umum, karena di Purworejo tidak ada pepustakaan umum seperti itu. Yah sedikit mengenang.
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Anonim
di
12.48
0
komentar
Menara masjid besar, Kutoarjo.

Pagi hari saya main-main ke alun-alun Kutoarjo. Saya jalan kaki. Waktu itu di alun-alun sedang ada Komedi Putar. Banyak karyawan Komedi Putar di situ yang masih tidur, mungkin kecapekan, karena malamnya kerja keras.
Di sebelak barat alun-alun tersebut ada Masjid Besar, dan saya tertarik untuk mengabadikan menara masjidnya.
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Anonim
di
10.06
2
komentar
Rabu, 22 Oktober 2008
Usulan Kopi Darat Forum Purworejo JABODETABEK
Kepada pengelola Forum & Sesepuh Keluarga Purworejo di Jabodetabek, mengingat & membaca seringnya para sederek yang mampir dan menanyakan di mana 'bolone dewe' ngumpul, bagaimana jika saya mengusulkan adanya Forum Silaturahmi.
Mudah-mudahan akan banyak manfaatnya bagi kita semua dan Kota Tercinta, Purworejo.
Kebetulan saya ada di Bogor.
Monggo di diskusikan dengan sederek-sederek yang lain.
Matur Nuwun...
Suparno Jumar
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
suparno jumar
di
13.00
15
komentar
Minggu, 19 Oktober 2008
Pasar Tradisional Desa Grantung

Pasar Tradisional Desa Grantung
Perlu kita pelajari keberadaan pasar tradisional terutama pasar Grantung….
Diantara derasnya laju pembangunan (terutama bidang perekonomian) di Purworejo, pasar tradisional tetap memegang peranan yang sangat penting. Hal ini juga tidak bisa lepas dari kondisi bahwa masih cukup banyak warga Grantung dan sekitarnya yang menjadi produsen produk yang dijual di pasar tradisional. Walaupun komoditas dari luar Grantung juga banyak didatangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Posisi pasar tradisional yang dekat dengan lingkungan masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa pasar tradisional tetap menjadi pilihan utama. Selain itu, tiap pasar tradisional juga memiliki komoditas yang sangat beragam. Jadi, jangan heran jika pasar bisa menjadi menjadi “one-stop-solution”.
Diposting oleh
Anonim
di
12.43
2
komentar
Selasa, 14 Oktober 2008
Sapi dan Kapitalisme
Dear all, Maaf utk cross/double posting. Ini tidak ada hubungannya dengan Purworejo. Dari milis tetangga yang sedang membahas "Sapi dan Kapitalisme".
SOCIALISME
kau punya 2 sapi
1 sapi kau berikan untuk tetanggamu
COMMUNISME
kau punya 2 sapi
negara mengambil alih keduanya dan memberimu 2 kaleng susu.
FASCISME
kau punya 2 sapi
negara mengambil alih keduanya dan menjual susu padamu.
NAZISM
kau punya 2 sapi
negara mengambil keduanya dan menembakmu
TRADITIONAL CAPITALISM
kau punya 2 sapi betina
kau jual satu dan beli satu sapi jantan.
ternakmu bertambah, dan ekonomi tumbuh.
THE ANDERSEN MODEL
kau punya 2 sapi.
kau cincang-cincang dua-duanya.
AN AMERICAN CORPORATION
kau punya 2 sapi.
kau jual satu, dan satunya kau paksa untuk memproduksi susu sebanyak 4 sapi.
kemudian, kau menyewa konsultan untuk menganalisa mengapa sapinya mati.
A FRENCH CORPORATION
kau punya 2 sapi
kau turun ke jalan, menyusun massa, memblokade jalanan, karena kau
ingin punya 3 sapi.
A JAPANESE CORPORATION
kau punya 2 sapi.
kau medesainnya ulang hingga bisa menghasilkan 20 kali lipat susu.
kemudian kau buat profil kartun sapi pintar "Cowkemon" dan menjualnya
ke seluruh dunia.
A GERMAN CORPORATION
kau punya 2 sapi
kau merekayasanya supaya bisa hidup lebih dari 100 tahun, makan cukup
sebulan sekali
dan mereka bisa saling memerah susu sendiri.
AN ITALIAN CORPORATION
kau punya 2 sapi, tapi kau tak tahu dimana mereka.
kau putuskan untuk makan siang saja.
A RUSSIAN CORPORATION
kau punya 2 sapi
kau menghitungnya dan berandai bagaimana kalau punya 5 sapi
kau menghitungnya lagi dan berandai bagaimana kalau punya 42 sapi
kau menghitungnya lagi dan menemukan bahwa sapimu cuma dua.
kau berhenti mengitung, lalu buka sebotol vodka.
A SWISS CORPORATION
kau ada 5000 sapi. tak satupun adalah milikmu.
kau mengenakan biaya adaministratif kepada pemiliknya untuk menyimpannya.
A CHINESE CORPORATION
kau punya 2 sapi.
kau punya 300 orang untuk memerah susunya
kau nyatakan bahwa tak ada pengangguran, dan nilai produksi susu tinggi.
kau menangkap wartawan yang melaporkan kenyataanya.
AN INDIAN CORPORATION
kau punya 2 sapi
kau sembah mereka.
BRITISH CORPORATION
kau punya 2 sapi
dua-duanya sapi gila.
IRAQ CORPORATION
semua orang berpikir kau punya banyak sapi
kau bilang ke mereka kau cuma punya satu.
tak ada yang percaya, maka mereka mengebom daerahmu dan menginvasi negaramu.
kau masih tak punya sapi satupun, tapi setidaknya sekarang kau bagian
dari demokrasi.
NEW ZEALAND CORPORATION
kau punya 2 sapi
sapi yang di kiri kelihatan sangat atraktif.
AUSTRALIAN CORPORATION
kau punya 2 sapi.
bisnis kelihatannya sedang bagus.
kau tutup kantor dan pergi mencari bir untuk merayakannya.
INDONESIAN CORPORATION
kau punya 2 sapi
dua-duanya curian.
lalu kau jual dua-duanya.
kemudian kau simpan uangnya di acount non budgeter yang tak jelas.
kemudian kau gunakan beberapa untuk mendanai kampanye partaimu
tapi sebagaian besar kau simpan untuk anak cucumu.
MALAYSIAN CORPORATION
kau punya 2 sapi
dua-duanya kau curi dari indonesia .
Dodo (masdodi@yahoo.com)
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Redaksi
di
16.15
0
komentar
Rabu, 08 Oktober 2008
Perjalanan dari Bogor - Purworejo 2008
Setelah sebelumnya tiada rencana untuk mudik, akhirnya kami berempat mudik.
Dengan persiapan seadanya dan tekat yang kuat untuk bertemu kerabat di kampung. Sejak kami menikah (kami menikah tahun 1999) belum pernah pulang mudik saat Lebaran. Paling kami pulang di luar Hari Raya.
Berangkat dari rumah di Sukaresmi, Tanah Sareal, Kota Bogor hari Senin sore pukul 15.30, dari Stasiun Cilebut Bogor dengan Kereta Ekonomi AC jam 16. 10, tujuan Jakarta Kota, kami turun di Stasiun Gondangdia tepat saat Adzan Magrib puasa yang ke 28. Berbuka puasa di Stasiun Gondangdia, Sholat Magrib di Masjid Cut Mutia, selanjutnya kami meneruskan perjalanan ke stasiun Senen dengan mobil India 'Bajaj', cukup Sepuluh ribu rupiah.
Baberapa menit kemudian kami tiba di Satsiun Pasar Senen, karena memang jaraknya tidak terlalu jauh.
Stasiun ini tidak terlalu ramai di bandingkan 1-2 hari sebelumnya. Langsung saja kami menuju loket untuk membeli karcis ekonomi KA Progo tujuan Lempuyangan dengan harga karcis 30 ribu. Tiket tanpa tempat duduk alias siapa cepat di dapat tempat duduk. Malam itu ada 2 pemberangkatan KA Progo. Pemberangkatan pertama Progo Reguler jam 21.30, namun sudah penuh. Akhirnya kami memutuskan berangkat dengan kereta selanjutnya. Sekitar pukul 21.45 KA Progo Lebaran merapat di Stasiun Pasar Senen. Alhamdulillah kami berempat dengan mudah masuk gerbong dan dapat tempat duduk. Jam 22.00 KA Progo berangkat dari Stasiun ini, berhenti di Stasiun Jatinegara & Stasiun Bekasi. Penumpang yang naik dari dua Stasiun ini sangat banyak, akhirnya padat.
Sepanjang perjalanan kami bersyukur pada Sang Pemurah, bahwa kami akhirnya bisa 'mudik' dengan mudah. Setelah lewat Purwokerto para 'petarung ekonomi jalanan' mulai merangsek memadu nasib dengan menawarkan aneka jajanan. Bayangkan nyaris tiada celah untuk melangkah pun mereka tetap fight. Ada kejengkelan ada pula rasa iba. Rasa jengkelnya tega-teganya mereka mengganggu saudara-saudara yang berdesak-desakan dengan barang daganganya. Rasa ibanya, itulah jalan saudara-saudara kita mempertahankan hidup dengan cara berdagang yang sangat susah luar biasa.
Ditambah lagi dengan hadirnya 'Orchestra Jalanan'. Wahhh...., tambah meriah..........
Pukul 07.45 KA Progo merapat di Stasiun Kutoarjo. Begitu turun kami sangat kagum dengan kondisi Stasiun yang sangat rapi. Setelah kami dapat informasi, kami baru 'dong' jika beberapa hari sebelum Hari H, stasiun ini termasuk yang di 'SIDAK' oleh Menhub. Pantas saja jika Stasiun Kutoarjo jadi ngejreng.
Berjalan sedikit ke arah timur, diteruskan dengan bis jurusan Kutoarjo-Ketawang dengan tarif 5000 rupiah/ orang, kami lanjutkan perjalanan ke arah selatan. Berhenti di Pasar Grabag. Disana telah menunggu sepupu kami dengan motor(Nanang dan Ibnu) yang menjemput menuju rumah Kakek & Kerabat di Mendiro, Ngombol.
Alhamdulillah tepat jam 08.30 kami tiba di rumah Kakek dengan selamat di Kota Berirama......... Purworejo......
Salam,
Suparno Jumar
+628176964078
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
suparno jumar
di
10.23
7
komentar
Selasa, 23 September 2008
MUDIK LEBARAN
Lebaran selalu menjadi saat yang dinanti2, mudik waktu lebaran akan sangat berbeda dengan mudik dihari biasa. Ada yang naik kendaraan umum baik darat laut dan udara, maupun bawa kendaraan sendiri baik yang naik motor maupun yang naik mobil, dari Jakarta semua mengarah ketimur.
Ada yang berangkat siang bolong, ada yang berangkat malam gelap, ada juga yang berangkat di pagi buta, semua punya alasan sendiri2.
Ada yang membawa barang banyak2, ada juga yang hanya membawa sekedarnya, supaya dalam perjalanan tidak terlalu report.
Yang perlu disiapkan phisik dan psikis dan tentu saja sangu juga.
Satu hal yang ingin saya sampaikan disini, melakukan perjalan khususnya yang membawa kendaraan sendiri apapun namanya, sebaiknya dijalani dengan santai dan tetap waspada, jangan ngongso ingin cepat sampai, biasa saja. Kalau capai ya istirahat. Jalur pantura maupun jalur selatan sama2 macet atau paling tidak padat. Kemacetan ini harus dihadapi dengan sabar, karena kita baru saja menjalani diklat mengendalikan kesabaran, maka pada waktu mudik yang harus dipraktekkan.
Barang kali ada yang ingin mencoba, yaitu lewat tengah, keluar tol sadang, terus menuju subang, terus Kadipaten, jangan belok kiri, ambillah yang kekanan menuju Majalengka, terus ke Ciamis.
Dari Majalengka menuju ciamis jalannya berbelok2 naik dan turun, perjalanan lebih panjang daripada pantura, tetapi lebih lancar, tidak banyak kendaraan, tidak banyak sepeda motor.
Begitu sampai Ciamis belok kiri, terus mengikuti jalan ini terus, setelah Banjar jalan beliku2 agak sempit. Secara umum lebih lancar dari pada lewat pantura atau lewat selatan, khususnya untuk H-2 atau H-1.
Semoga yang mudik aman2, selamat sampai tujuan, sabar menikmati apapun keadaannya, kembali ke Jakarta dengan selamat, saya yang tunggu dok di bekasi, karena lebaran ini saya tidak mudik.
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Pursito
di
17.17
6
komentar
Halal Bihalal Wong Thorjo 1429 H
Mugi Katur:
Kanca/Dulur Thorjo
ing Jabodetabek
Assalamu’alaikum Wr. Wb.,
Untuk merespons banyaknya SMS yang menanyakan dan mendaftar sebagai peserta Halal Bihalal Wong Thorjo 1429 H, panitia perlu menyampaikan beberapa informasi sbb:
Tentang Acara
1. Halal Bihalal akan dilaksanakan Sabtu, 25 Oktober 2008, pukul 11.00 s.d selesai, di Anjungan Jawa Tengah, TMII, Pondok Gede, Jakarta Timur. Acara ini direncanakan dihadiri oleh Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi.
2. Selain silaturahim dan kangen-kangenan, halal bihalal ini di-set up menghadirkan ”suasana Kutoarjo” di Jakarta. Antara lain lewat makanan khas Thorjo yang sengaja didatangkan ke Jakarta, plus penampilan grup band Wong Thorjo.
3. Pada hari H, acara akan di-split jadi dua. Orangtua beracara di Pendapa Agung, sedangkan anak-anak kita bikinkan acara sendiri di Pendapa Pengapit (sulap & permainan). Untuk orangtua, ada bintang tamu/featuring: Donny Suhendra (gitaris Krakatau Band), dkk.
Tentang (Pembelian) Undangan
4. Karena daya tampung Anjungan Jateng - TMII terbatas, Panitia hanya mendistribusikan 200 undangan. Asal tahu, s.d. Senin, 22 September 2008, Wong Thorjo yang sudah mendaftar via SMS sebanyak 78 orang. Terdiri dari berbagai kelompok umur, di bawah 30 tahun hingga di atas 50 tahun.
5. Kontribusi minimal dari peserta untuk setiap undangan adalah Rp 150.000. (satus seket ewu). Setiap undangan berlaku untuk satu keluarga/KK (maks. 4 orang), sudah termasuk dua tiket masuk gratis TMII plus 1 kendaraan (mobil atau motor), souvenir, dan wisata kuliner khas Kutoarjo.
6. Jika Anda sudah melakukan pendaftaran via SMS, Anda dipersilakan mengambil undangan ke Sekretariat Panitia di:
Sekretariat Jakarta (dioperasikan setelah libur lebaran/6 Oktober):
Oceanindo
Artha Gading Niaga, Block C26, 3rd Floor
Kelapa Gading, Jakarta 14240 - Indonesia
Telepon: 021-4585 0632, Faks: 021-4585 7348
u..p. Iwan Adityo (0811173793), Untung Raharjo (0818945440)
Sekretariat Kutoarjo (dioperasikan hanya pada saat mudik/1-7 Oktober):
Galeria Photo
Jalan P. Diponegoro 88
Wetan Bangjo Perempatan Kutoarjo
u.p. Heri ’Panut’ Murjoko (081392924800)
Undangan juga dapat diperoleh dengan cara mentransfer dana minimal Rp 160.000. (satus suwidak ewu rupiah) ke rekening BCA a.c. 0051960016 a.n. Nanang Junaedi. Lalu, faks-kan bukti transfer ke Sekretariat Panitia Jakarta: 021-4585 7348. Setelah bukti transfer diterima, panitia akan mengirimkan undangan ke alamat panjenengan melalui jasa kurir.
Demikian info dari panitia. Jika ada pertanyaan, monggo dipun replay. Sedangken buat panjenengan yg belum gabung di milis Wong Thorjo, segera registrasi ke: thorjo-subscribe@yahoogroups.com. Ditunggu, kita akan gojek kere di dunia maya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Panitia Halal Bihalal
Iwan "Jiwenk" Adityo
Ketua Panitia
Milis: thorjo@yahoogroups.com
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
meds
di
16.04
5
komentar
Label: agenda
Sabtu, 20 September 2008
Pasar : Penggerak Transaksi dan Ekonomi
Di seputaran kabupaten Purworejo banyak sekali terdapat pasar tradisional. Pada satu kecamatan saja bisa terdapat lebih dari satu pasar dengan berbagai ukuran dan kapasitasnya . Sedangkan pasar modern atau swalayan berada dikota kabupaten .
Di pasar inilah berbagai barang komoditas berubah menjadi punya nilai ekonomis . Baik dari hasil pertanian , peternakan , kerajinan dan barang jasa lainnya bertransaksi dan berinteraksi sehingga membuat dinamika perekonomian menggeliat .
Pasar yang tersebar di kota kecamatan atau bahkan pasar dipedesaan mempunyai keunikan karena masih memberlakukan hari pasaran . Hari pasaran adalah hari yang disepakati oleh warga sekitar sebagai hari beroperasinya pasar tersebut . Sebagai contoh pasar di Kemiri memilih hari rabu dan sabtu sebagai hari pasaran , maka pada hari – hari itu pasar akan nampak lebih ramai dari biasanya.
Jika hari pasaran tiba , pagi – pagi sekali biasanya sudah sangat ramai . Petani dengan hasil bumi atau ternaknya nampak antusias bertransaksi dengan pedagang perantara yang akan mendistribusikan komoditas ke pasar regional yang lebih besar atau bahkan dipasarkan ke luar propinsi. Kelapa , sayur mayur , cabe adalah contoh kecil komoditas pertanian yang banyak dicari oleh pedagang besar , sedangkan hasil ternak yang dipasarkan berupa ayam ,itik , merpati atau unggas lainnya , kadang ada juga kambing . Hewan besar seperti kerbau dan sapi mengambil tempat di pasar hewan yang mempunyai hari pasar tersendiri.
Selain hari pasaran , momen tertentu juga memicu pasar lebih ramai dari biasanya . Seperti mendekati lebaran saat ini , selain karena kebutuhan konsumtif warga Purworejo yang meningkat juga karena banyak perantau yang mudik ikut mengucurkan devisanya . “ Prepeg-an “ adalah ritual belanja sebelum lebaran , biasanya H-2 atau H-1 merupakan puncak dari transaksi dan pasar akan nampak overload pengunjung pada saat – saat seperti itu .
Anda mempunyai bisnis yang berhubungan dengan kebutuhan pokok warga kabupaten kami ?, dan ingin memperluas jaringan silahkan kunjungi kabupaten Purworejo . Walau tidak sebesar pasar Johar Semarang atau pasar Beringharjo Yogyakarta tapi ada beberapa pasar tradisional yang cukup reprensentatif seperti pasar Kutoarjo dan Pasar Baledono , pasar di kecamatan lain juga cukup bagus untuk dikunjungi .
Atau anda sebagai warga kabupaten , tapi saat ini sedang ada di rantau ? Jangan lupa sisihkan devisa anda untuk membantu ekonomi Purworejo lebih menggeliat dan bergairah saat ada kesempatan mudik . Jangan kuatir rupiah anda pasti diterima dan berlaku disemua pasar .
Sampai jumpa ...!!!
[ SELENGKAPNYA ]
Diposting oleh
Raf
di
07.19
8
komentar
Label: berita
BLOGGER PURWOREJO
- -- Sumedi : Personal Blog --
- A'a Gigih Blog
- Agung Pranoto
- Agus Grabag
- Ajissi BS
- Alamovic Blog
- Alfiatun Jenar Lor
- Anak Putune KH. Artonawi Rasukan
- Aris Priyantoro : Pituruh
- Budhi Setyawan
- Dani Usadi
- dr. Indro Saswanto, Sp. THT
- Eddy Prasetyo
- Eko Ari on Wordpress
- Fajar Iskandar
- Gudang Lo-Ker
- Indra Cah Ngombol
- Iwan Sugihartono
- kakang's Mubarak Online
- kenapa Tanya
- Kholik on BlogDetik
- Kuznia Nazer
- Mas Lilik: Moslem-Corner
- Mas Paijan
- Mas Togog
- Mas Tri (Cah Nakal)
- Mbah Suro
- meenote
- meika : Just Call me Ika
- RAF : Start with Nothing
- Sadat: Menuju Jalan Yang Terang
- Setiyo Bardono : Sastrawan
- Wahyu Handoko
- Wayah Bagelen
- Wiwin Blog : goresan pena maya
- Yudi Blog
Blog Komunitas
- Alumni STAN
- Alumni Teknik Mesin USU
- Bawana SMK 1Pwr
- Blogger PWR on Wordpress
- Forum Giritontro
- Forum Purworejokita
- Friendster SMANDA KTA
- GAMAPURI - IPB
- Gema Pembebasan Unand
- Lafadl Pustaka Yogya
- Nasionalisme Institute
- PB PMII
- PBHR SULSEL
- PMII UGM
- Relawan Desa: Mbangun Desa
- SMP 3 Purworejo (SMP 1 KTA) Blog
- Urban Poor Lingkage: UPlink.or.id
- WebLog SMA Pundong Bantul
Milist Purworejo
- obatstresspwr@yahoogroups.com, alumni SMA I angkatan 94
- thorjo@yahoogroups.com, milis piyantun thorjo